Publik Premier League dibuat terpukau oleh start sensasional yang ditunjukkan oleh Brighton & Hove Albion di awal musim ini. Kemenangan meyakinkan atas Brentford di Stadion Amex sukses melambungkan posisi Brighton & Hove Albion ke peringkat kedua klasemen sementara. Hasil manis ini sekaligus menegaskan status mereka sebagai penantang terdekat bagi sang pemuncak takhta.

Meski demikian, gelandang berpengalaman Pascal Gross memilih untuk meredam euforia berlebihan dari para suporter di tribune. Ia menegaskan bahwa perjalanan musim masih sangat panjang dan timnya sama sekali belum memikirkan trofi juara. Namun, statistik impresif berbicara lain karena lini serang mereka terbukti sangat tajam dengan catatan 26 gol sejauh ini.

Performa luar biasa ini turut didukung oleh kembalinya sejumlah pilar penting ke ruang ganti setelah sempat digepur badai cedera. Kehadiran kembali pemain-pemain penusuk jitu di lini depan membuat daya gedor skuad asuhan pelatih kian menakutkan bagi tim-tim raksasa. Dilansir dari BBC Sport, kombinasi taktik cair dan kedalaman skuad membuat banyak pihak mulai memperhitungkan kapasitas mereka menembus zona Champions League.

Situasi di papan atas klasemen juga semakin memanas menyusul inkonsistensi yang melanda sang juara bertahan Manchester City. Tergelincirnya The Citizens membuka celah lebar bagi klub-klub kuda hitam untuk merangsek naik dan memanaskan persaingan. Tekanan kini beralih sepenuhnya ke pundak para pesaing mapan yang harus bekerja ekstra keras meredam momentum positif skuad berjuluk Seagulls tersebut.

Eks gelandang Everton, Leon Osman, menilai bahwa ini adalah momen paling emas bagi klub pesisir pantai tersebut untuk mengubah keuntungan finansial menjadi prestasi nyata di lapangan. Alih-alih hanya menjadi tim penjual pemain bintang, mereka kini menjelma menjadi kekuatan baru yang siap mengguncang kemapanan liga. Konsistensi permainan di paruh musim berikutnya akan menjadi penentu seberapa jauh mimpi suporter dapat dibawa.