Malam penghargaan Ballon d'Or yang untuk pertama kalinya digelar di London mencatatkan sejarah baru, namun bukan sepenuhnya karena alasan yang membanggakan. Digelar di London Palladium, acara prestisius ini justru diwarnai berbagai insiden mulai dari kemacetan parah, protes penonton di dalam ruangan, hingga kebocoran artikel pemenang di situs resmi jauh sebelum acara dimulai. Dilansir dari BBC Sport, malam penghargaan tersebut molor hingga 45 menit dari jadwal semula akibat lalu lintas pusat kota yang lumpuh dan kerumunan suporter yang membludak di area karpet merah.
Kondisi semakin tak terkendali ketika para tamu undangan dan awak media terjebak di luar venue akibat pengetatan pengamanan yang berujung pada kericuhan kecil. Sejumlah fans dilaporkan sempat merobohkan pagar pembatas demi bisa melihat dari dekat para bintang lapangan hijau, termasuk penyerang andalan Timnas Inggris yang kini membela Bayern Munchen. Situasi di dalam gedung pun tidak kalah riuh, di mana para host kewalahan menghadapi penonton yang gaduh, meneriakkan nama pemain favorit, hingga melontarkan cemoohan di sela-sela jeda komersial.
Di balik berbagai kekacauan tersebut, malam itu tetap menjadi panggung kejayaan bagi Harry Kane yang sukses mengakhiri penantian panjang Inggris selama 25 tahun untuk kembali meraih trofi Ballon d'Or. Penyerang tajam ini berhasil menepis keraguan banyak pihak lewat performa impresifnya sepanjang musim. Sementara itu, kategori wanita dimenangkan oleh bintang Barcelona, Alexia Putellas, yang tampil gemilang dan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola wanita terbaik dunia saat ini.
Kendati demikian, sorotan negatif tetap mengarah kepada pihak penyelenggara setelah situs resmi Ballon d'Or secara tidak sengaja mempublikasikan artikel kemenangan Kane dan beberapa kandidat lain beberapa jam sebelum trofi diangkat. Pihak penyelenggara kemudian memberikan klarifikasi bahwa artikel tersebut hanyalah draf yang dipersiapkan untuk semua nomine dan terpublikasi secara tidak sengaja. Situasi ini langsung memicu perdebatan luas di kalangan pengamat sepak bola internasional mengenai profesionalisme panitia pelaksana tahun ini.
Masalah lain turut mencuat dalam sesi konferensi pers pasca-acara ketika sejumlah jurnalis wanita dilaporkan mengeluhkan penolakan pertanyaan untuk Kane, di mana panitia hanya memilih jurnalis pria. Menanggapi insiden diskriminatif tersebut, pihak Ballon d'Or langsung bergerak cepat menyampaikan permohonan maaf resmi kepada media. Malam penghargaan yang seharusnya menjadi perayaan megah sepak bola dunia ini akhirnya harus ditutup dengan catatan evaluasi besar terkait buruknya manajemen logistik dan pengamanan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang