Final Gulf Cup 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, mendadak berubah panas ketika tensi pertandingan puncak antara tim tuan rumah dan tim tamu memuncak di menit-menit akhir. Pertandingan krusial perebutan takhta juara Piala Teluk ini sejatinya berjalan menarik sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Maroko, Jalal Jayed, dengan dominasi cepat dari kubu Arab Saudi yang langsung menggebrak pertahanan lawan.
Keunggulan cepat berhasil diamankan oleh Firas Al Buraikan dan rekan-rekan lewat torehan gol Hammam Al Hammami pada menit ke-11 serta Firas Al Buraikan dua menit berselang. Tertinggal dua gol membuat skuad Uni Emirat Arab mencoba keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan, namun rapatnya lini belakang lawan membuat upaya mereka kerap kandas di tengah jalan.
Drama sesungguhnya pecah menjelang pertandingan bubar ketika keputusan hakim garis yang menganggap S Mohamed Abdalla Alamiri melakukan handball memicu protes keras dari bangku cadangan. Suasana mendadak tak terkendali setelah Khaled Al Dhanhani yang mengenakan rompi cadangan berlari menghampiri lalu mendorong sang perangkat pertandingan, yang langsung berbuah kartu merah dari pengadil lapangan tanpa ampun.
Insiden fisik tersebut seketika membakar emosi penonton tuan rumah di stadion, membuat tribune pendukung Arab Saudi menghujani area bangku cadangan tim tamu dengan lemparan botol air mineral. Situasi kian tak kondusif karena beberapa botol telak mengenai pemain serta ofisial Uni Emirat Arab, yang dibalas dengan lemparan balik ke arah tribun penonton di belakang mereka.
Upaya bek Abdulelah Al Amri meredam kemarahan suporter sempat dihalangi rekan setimnya, sementara usai laga giliran suporter tim tamu yang melempari kiper Mohammed Al Owais. Kemenangan 2-0 ini memastikan Arab Saudi keluar sebagai juara Gulf Cup 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang gelar sejak tahun 2003 silam.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang