Kabar penjualan saham Liverpool kepada konsorsium yang didukung Jeff Bezos memunculkan kebingungan. Awalnya, laporan menyebut konsorsium membeli sekitar sepertiga saham, tetapi kemudian terungkap angka sebenarnya mendekati 38%. Fenway Sports Group (FSG) enggan mengungkap angka pasti, namun kebingungan ini memicu pertanyaan tentang transparansi.
Konsorsium 1892 Holdings, dipimpin Amit Bhatia, membeli sekitar 38% saham Liverpool. Jeff Bezos, pendiri Amazon dan orang terkaya keempat dunia, ikut serta melalui K5 Sports. Bryan Baum, mitra bisnis Bezos, akan duduk di dewan klub bersama Elaine Saverin, sementara Bhatia menjadi wakil ketua.
Kesepakatan ini mencakup opsi bagi konsorsium untuk meningkatkan kepemilikan, bahkan ada klausul yang memungkinkan mereka mengambil alih kendali dalam 12 bulan. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang masa depan kepemilikan FSG di Liverpool.
Jay McKenna, ketua Spirit of Shankly, mempertanyakan apakah perubahan kepemilikan ini dijamin. "Kami ingin memahami apakah investor punya hak untuk mengambil alih sepenuhnya atau hanya opsi," ujarnya. FSG sendiri membantah menyesatkan, namun pengakuan mereka bahwa angka yang beredar "cenderung akurat" justru menambah kebingungan.
Nilai klub melonjak drastis. FSG membeli Liverpool seharga £300 juta (sekitar Rp6 triliun) pada 2010, kini klub bernilai antara £5 miliar hingga £6 miliar (Rp100-120 triliun). Ahli keuangan sepak bola Kieran Maguire menyebut ini "kesepakatan hebat" bagi FSG karena mereka tetap memegang kendali sambil mendapat keuntungan besar.
Motivasi di balik kesepakatan ini adalah memperluas jangkauan bisnis global Liverpool, termasuk di India dan Asia. Namun, dengan adanya opsi pengambilalihan, spekulasi tentang siapa yang akan memimpin klub musim depan menjadi tak terhindarkan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang