Badai masalah langsung menerpa kubu Napoli setelah mereka harus pulang dengan kepala tertunduk dari markas Villarreal pada ajang Liga Champions. Laga yang awalnya menjanjikan keunggulan lebih dulu lewat aksi Amir Rrahmani justru berubah menjadi mimpi buruk ketika Partenopei takluk dengan skor 1-3. Pelatih Massimiliano Allegri tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, terutama terkait rapuhnya lini tengah yang gagal meredam tekanan lawan sepanjang pertandingan.
Kekalahan ini semakin terasa menyakitkan karena lahir dari rentetan blunder fatal para pemain sendiri. Umpan balik ceroboh dari Matteo Politano dimanfaatkan dengan baik oleh Georges Mikautadze untuk menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya Villarreal mengunci kemenangan lewat gol jarak jauh Santiago Mourino dan sontekan penutup dari Tani Oluwaseyi. Situasi kian runyam tatkala gestur ketegangan tertangkap kamera melibatkan sang juru taktik dengan gelandang bintang Kevin De Bruyne saat turun minum.
Menanggapi insiden panas tersebut, Allegri blak-blakan mengakui adanya miskomunikasi taktis di atas lapangan hijau. Mantan pelatih Juventus itu menjelaskan bahwa dirinya sempat meminta De Bruyne untuk sedikit turun ke belakang guna membantu sirkulasi bola, sementara Scott McTominay didorong lebih ke depan untuk memaksimalkan daya gedor. Namun, perbedaan pemahaman peran ini justru memperlihatkan friksi lanjutan antara filosofi pelatih dan keinginan sang pemain di lapangan.
Situasi pelik ini seolah menjadi pengulangan dari dinamika internal yang sempat muncul usai kemenangan atas Frosinone beberapa waktu lalu. Allegri bersikeras bahwa De Bruyne lebih efektif jika dimainkan sebagai playmaker yang berdiri lebih ke dalam, sebuah posisi yang secara terbuka diakui sang gelandang asal Belgia kurang begitu ia nikmati. Di sisi lain, mantan pelatih legendaris Fabio Capello turut menyoroti hilangnya seni bertahan tradisional Italia, sebuah opini yang langsung diamini oleh Allegri dalam sesi wawancara usai laga.
Dengan hasil minor ini, Partenopei kini terperosok tanpa raihan poin dari dua pertandingan awal fase grup Liga Champions, setelah sebelumnya juga takluk tipis dari Arsenal. Allegri menegaskan timnya harus segera berbenah total, memperbaiki kesabaran dalam menguasai bola, serta mengembalikan keseimbangan lini tengah jika masih ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya di kompetisi elit Eropa musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang