Gelandang bintang Kevin De Bruyne mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya nyaman dengan peran taktik baru yang diberikan di Napoli, meski baru saja sukses memborong dua gol kemenangan atas Frosinone. Pemain asal Belgia ini sempat mengalami kesulitan beradaptasi sejak merapat ke Stadio Diego Armando Maradona akibat terkendala cedera yang silih berganti.

Dalam laga terbaru di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri, De Bruyne diplot pada posisi yang lebih dalam dalam formasi 3-4-3. Keputusan taktis tersebut terbukti efektif mengantar Partenopei meraih kemenangan meyakinkan 3-0, di mana ia mencetak gol dari titik penalti dan sepakan jarak dekat menyambut umpan matang, diselingi satu gol dari Noa Lang.

Kendati tampil tajam, pemain yang pernah lama berseragam Manchester City itu secara terbuka menyuarakan preferensi posisinya. Dilansir dari Football Italia, De Bruyne menegaskan bahwa kodrat aslinya di atas lapangan hijau adalah sebagai gelandang tengah tradisional atau pengatur serangan murni yang beroperasi di area sepertiga akhir pertahanan lawan.

"Saya selalu menjadi pemain nomor 8 atau nomor 10 murni," ungkap De Bruyne kepada Sky Sport Italia. Pergeseran posisi ini terpaksa dilakukan karena badai cedera lini tengah serta kebutuhan merotasi pemain seperti Stanislav Lobotka dan Billy Gilmour yang kelelahan usai membela tim nasional masing-masing.

Sementara itu, rekan setimnya yakni Noa Lang turut menyambut era baru di klub setelah sempat mengalami periode sulit di bawah pelatih sebelumnya. Dengan mentalitas yang kembali bersih di bawah kepelatihan Max Allegri, Lang berharap awal positif ini menjadi batu loncatan bagi Napoli untuk menghadapi jadwal padat sembilan pertandingan ke depan di Serie A.