Asosiasi Sepak Bola Korea atau Korea Selatan mengambil langkah tegas dengan mengkaji ulang rencana pertandingan persahabatan di Arab Saudi. Keputusan darurat ini diambil menyusul insiden serangan milisi Houthi yang menargetkan kawasan Bandara King Khalid International Airport di Riyadh pada Sabtu lalu, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka yang melibatkan warga negara asing.

Situasi keamanan yang memburuk di ibu kota Arab Saudi tersebut langsung mendapat sorotan tajam dari publik dan otoritas sepak bola Timnas Korea Selatan. Padahal, skuad berjuluk Taegeuk Warriors itu dijadwalkan melakoni dua laga uji coba tandang pada agenda FIFA Matchday periode 9 hingga 17 November mendatang di negara yang juga dipersiapkan menjadi tuan rumah turnamen mayor tersebut.

Berdasarkan laporan media lokal, rencana awal mempertemukan Arab Saudi menghadapi Uzbekistan serta Korea Selatan dalam rangkaian uji coba tandang. Namun, adanya peringatan perjalanan serta faktor keselamatan pemain membuat KFA mempertimbangkan opsi pemindahan venue pertandingan ke tempat netral atau bahkan menggeser laga ke kandang sendiri.

Dilansir dari CNN Indonesia, pihak KFA menyatakan bahwa mereka terus menjalin komunikasi intensif dengan Konfederasi Sepak Bola Asia serta memantau perkembangan situasi di lapangan secara cermat. Keputusan final mengenai kepastian pelaksanaan rangkaian uji coba tersebut sangat bergantung pada dinamika keamanan serta koordinasi lanjutan bersama otoritas terkait.

Dampak dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah ini turut merembet pada spekulasi status tuan rumah ajang prestisius Piala Asia 2027 mendatang. Meski sejumlah media sempat mengaitkan nama Australia sebagai alternatif pengganti, Konfederasi Sepak Bola Asia menegaskan bahwa belum ada pembahasan resmi terkait perubahan lokasi turnamen.