Milo Beimers bukan kiper biasa. Di usianya yang baru 18 tahun, ia memilih jalan yang tidak lazim untuk menemukan klub baru: berkeliling Eropa sejauh kurang lebih 3.200 kilometer bersama sang ayah di dalam sebuah van konversi. Petualangan ini dimulai dari Belfast, menyeberang ke Prancis, lalu menyusuri pantai Spanyol dan berakhir di Lisbon serta Porto, Portugal. Semua dilakukan demi satu tujuan: mendapat kesempatan trial di klub-klub Eropa.
Beimers sebelumnya menimba ilmu di akademi Glentoran sejak usia 13 tahun. Setelah menyelesaikan A-Levels, ia memutuskan meninggalkan klub Liga Utama Irlandia Utara tersebut untuk mencoba peruntungan di benua biru. "Saya suka melakukan hal-hal dengan cara berbeda. Saya suka menciptakan peluang sendiri," ujarnya seperti dikutip BBC Sport.
Van Bekas yang Jadi Rumah Berjalan
Van yang mereka tumpangi bukan kendaraan mewah. Van tersebut milik kakaknya, Charlie, yang sedang berkeliling Kanada. Kondisinya sempat mengenaskan, bahkan gagal uji kelayakan (MOT) tiga kali sebelum akhirnya layak jalan dan diubah menjadi rumah berjalan lengkap dengan tempat tidur, dapur, dan ruang penyimpanan. "Proyek ini menyenangkan untuk dikerjakan bersama ayah dan saudara perempuan saya. Bepergian dengan ayah, banyak anak pasti ingin melakukannya," kata Beimers.
Perjalanan ini bukan tanpa risiko. Namun Beimers mengaku sudah menyiapkan diri. Melalui agennya, ia punya sejumlah jadwal trial di Spanyol dan Portugal, mulai dari divisi tiga hingga divisi lima, termasuk di level junior dan senior. Ia juga menyempatkan diri terbang ke Inggris untuk berlatih dengan klub asal London. "Jika tidak berhasil, saya selalu punya rumah di Irlandia Utara," pungkasnya.
Beimers yang lahir di Belfast dari orang tua asal Kanada pernah membela Timnas Kanada di Piala Dunia U-17 2025. Ia juga memegang paspor Belanda melalui kakeknya, yang memudahkan registrasi pemain di klub Eropa. Dengan pendekatan unik ini, Beimers berharap bisa menembus level tertinggi dan suatu hari bermain melawan raksasa seperti Barcelona atau Real Madrid. "Saya ingin bermain di level tertinggi. Saya akan terus bermain sampai saya benci, mungkin sampai usia 40 atau 50 tahun," tutupnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang