Dunia komedi Britania seringkali bersinggungan dengan lapangan hijau, dan salah satu kisah paling jujur datang dari bintang The Traitors, Rob Beckett. Dilansir dari FourFourTwo, ia secara terbuka mengakui bahwa kecintaannya pada Arsenal sebenarnya bermula dari kekaguman mendalam pada sosok Ian Wright di masa lalu. Tumbuh besar di kawasan London Selatan, Beckett sempat merasa dirinya seharusnya mendukung klub lain seperti Crystal Palace atau Millwall. Namun, pesona sang legenda lini depan membuat arah dukungannya bergeser total ke sisi Meriam London.

Meskipun sempat memiliki tiket musiman (season ticket) selama beberapa tahun, komedian tersebut akhirnya memilih melepasnya karena kesibukan tur serta kehidupan keluarga. Bagi Beckett, komitmen suporter garis keras terkadang terlalu berlebihan dan menguras energi. Ia bahkan berkelakar bahwa suporter sepak bola seharusnya tidak perlu terlalu stres, karena rasa kesal setelah tim kesayangan kalah biasanya sudah hilang dalam waktu sepuluh menit saja.

Kedekatannya dengan dunia si kulit bundar juga diwarnai momen-momen personal yang tak terlupakan bersama para legenda klub. Setelah sempat merasa sangat gugup saat pertama kali mewawancarai idolanya, takdir justru mempertemukan mereka dalam proyek penyiaran bersama. Hubungan profesional tersebut berkembang menjadi persahabatan hangat, di mana sang mantan penyerang pernah mengirimkan sebotol champagne sebagai hadiah ulang tahun pernikahan untuk sang komedian dan istrinya.

Ketika berbicara mengenai impian pemain di masa lalu untuk memperkuat skuad Meriam London, ia menilai kehadiran figur bermental baja sangat krusial bagi keseimbangan tim. Jika diberi kesempatan menarik legenda masa lampau ke skuad era modern, ia dengan tegas memilih sosok pemimpin tangguh seperti Tony Adams atau Patrick Vieira di lini pertahanan guna menghadirkan stabilitas kepemimpinan di lapangan.