Komite Olimpiade Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia) secara resmi mengukuhkan serta melepas 12 atlet belia tanah air untuk berjuang di ajang prestisius Youth Olympics atau Olimpiade Remaja 2026 yang dihelat di Dakar, Senegal. Pesta olahraga multi-cabang dunia edisi keempat ini dijadwalkan bergulir mulai 31 Oktober hingga 13 November mendatang, di mana kontingen Merah Putih dipastikan ambil bagian pada sembilan cabang olahraga berbeda demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Persiapan matang terus digenjot oleh kontingen Indonesia yang kali ini memercayakan posisi Chef de Mission (CdM) kepada Ita Yuliati. Tim CdM dipastikan memikul tanggung jawab penuh dalam mengawal segala kebutuhan para atlet muda selama berada di benua Afrika tersebut, memastikan kondisi mereka tetap prima di tengah jadwal kompetisi yang menuntut fokus tinggi.

Ketua Raja Sapta Oktohari mengungkapkan rasa optimismenya sekaligus menyampaikan harapan besar agar lagu kebangsaan Indonesia Raya bisa berkumandang di Dakar. Dalam acara pelepasan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (23/10), pria yang akrab disapa Okto itu menegaskan bahwa seluruh anggota kontingen telah mengucapkan janji atlet dan siap mengibarkan Sang Merah Putih di panggung dunia.

Namun, tantangan berat tidak hanya datang dari arena pertandingan saja, melainkan juga dari perjalanan panjang yang harus ditempuh para atlet belia. Okto mengingatkan bahwa rute penerbangan menuju ibu kota Senegal membutuhkan waktu minimal 30 jam, sehingga aspek kebugaran fisik dan kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dijaga ketat oleh seluruh rombongan.

"Sampai di sana kalau sakit, percuma. Yang paling utama harus sehat, setelah itu harus fit. Karena datang ke sana bukan cuma untuk foto dan jalan-jalan, tapi yang paling utama itu menjaga nama baik bangsa Indonesia," pesan Okto dengan tegas kepada para atlet yang siap bertolak ke Dakar demi menorehkan sejarah baru bagi olahraga nasional.