Pahitnya kekalahan kembali harus ditelan oleh Lille setelah tumbang dengan skor 2-4 saat menjamu Galatasaray pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu (21/10). Sempat berjuang keras menyamakan kedudukan menjadi 2-2, lini pertahanan Les Douges justru kembali runtuh di paruh kedua pertandingan dan harus rela kebobolan dua gol tambahan dari raksasa Turki tersebut.
Hasil negatif ini memperpanjang catatan buruk armada Davide Ancelotti di panggung elit Benua Biru. Dari tiga pertandingan awal yang telah dilakoni di fase liga Liga Champions, klub yang bermarkas di Decathlon Arena, Stade Pierre-Mauroy itu secara beruntun harus menelan tiga kekalahan pahit setelah sebelumnya juga tumbang di tangan Real Betis dan Arsenal.
Bintang Calvin Verdonk tidak menutup mata terhadap rapuhnya lini belakang timnya dalam meredam agresivitas lawan. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengakui bahwa awal babak kedua menjadi momen paling krusial sekaligus titik balik kehancuran timnya ketika situasi sepak pojok gagal diantisipasi dengan baik hingga berbuah gol ketiga bagi Galatasaray.
Kendati situasi di papan klasemen sementara terasa begitu berat karena tertahan di peringkat ke-35 dan hanya unggul selisih gol dari juru kunci Slovan Bratislava, bek andalan Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa skuadnya sama sekali belum lempar handuk demi memperebutkan tiket ke babak 24 besar.
"Selama masih ada peluang, kita harus tetap percaya diri. Kita harus yakin dan terus melangkah," tegas Verdonk seperti dilansir dari Le Petit Lillois. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan performa tim agar tampil lebih tajam di lini serang serta jauh lebih disiplin saat mengawal area pertahanan sendiri.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang