Suasana Carrington mendadak memanas setelah Lisandro Martinez melontarkan kritik terbuka yang mengguncang internal tim. Selepas kekalahan menyakitkan dari Atletico Madrid di pentas Liga Champions, bek tangguh tersebut blak-blakan menyoroti kedalaman skuad hingga kinerja manajemen klub. Sontak, situasi ini langsung memantik polemik besar di kalangan pendukung Setan Merah yang tengah berjuang bangkit awal musim ini.
Pelatih Michael Carrick buru-buru meredam api dalam sekam jelang lawatan krusial ke markas Leeds United. Dalam sesi jumpa pers, sang juru taktik menegaskan bahwa kondisi ruang ganti Manchester United tetap harmonis dan tidak terpecah belah. Dilansir dari ESPN FC, Martinez sendiri sudah menjalani pembicaran serius dengan jajaran petinggi klub, berujung permintaan maaf serta sanksi denda internal sebelum kembali diizinkan merumput akhir pekan ini.
Di balik klaim keharmonisan tersebut, sumber internal klub menyebutkan bahwa para petinggi sebenarnya lebih menyayangkan keputusan Martinez yang memilih jalur publik ketimbang berbicara empat mata. Padahal, manajemen telah merenovasi fasilitas Carrington senilai sekitar Rp1 Triliun demi memperlancar komunikasi langsung antar lini. Kritik sang bek soal kurangnya kesiapan skuad menghadapi laga level tinggi sejatinya diakui secara internal, terutama mengingat compang-campingnya sektor bek kiri.
Tekanan kini berada di pundak Carrick yang harus memimpin tim keluar dari tren lima pertandingan tanpa kemenangan. Di tengah beban utang klub yang menumpuk serta keterbatasan belanja pemain—meski sempat mendatangkan nama-nama baru senilai sekitar Rp3,1 Triliun—stabilitas tim menjadi harga mati. Pertandingan di Elland Road akhir pekan nanti akan menjadi ujian nyata apakah skuad asuhan Carrick benar-benar solid atau justru menyimpan bara dalam sekam.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang