Garasi tim Aspar mendadak memanas jelang bergulirnya rangkaian balapan akhir pekan ini. Perselisihan sengit melibatkan dua pembalap mereka, David Alonso dan rekan setimnya, setelah insiden menegangkan yang terjadi pada balapan sebelumnya. Situasi ini langsung mencuri perhatian para penikmat ajang balap motor dunia, mengingat atmosfer di dalam tim kini dikabarkan berada di titik nadir akibat hubungan personal yang telanjur retak.
Ketegangan bermula dari insiden senggolan di tikungan pertama dalam seri Moto2 Indonesia yang dihelat di Sirkuit Mandalika. Akibat insiden tersebut, David Alonso harus mengalami kecelakaan highside yang mengakhiri peluangnya lebih cepat. Meski Daniel Holgado sempat mendatangi sang rekan setim untuk meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya, friksi di antara keduanya ternyata jauh lebih dalam ketimbang sekadar insiden sesaat di atas lintasan aspal.
Menatap seri balap di Sirkuit Phillip Island, situasi internal justru semakin runyam ketika David Alonso melontarkan kritik terbuka yang cukup pedas kepada media. Pembalap muda berbakat yang dipastikan bakal promosi ke kelas LCR Honda musim depan itu secara blak-blakan menyatakan bahwa hubungan mereka sebagai rekan satu garasi sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Ia bahkan menyebut tidak ada lagi kerja sama tim yang sehat di antara mereka berdua.
Di sisi lain, Daniel Holgado memilih merespons tudingan tersebut dengan kepala dingin. Calon pembalap skuad Gresini Ducati itu mencoba meredam suasana dengan menyatakan bahwa dirinya tetap menaruh rasa hormat tinggi kepada sang rival. Menurutnya, komentar tajam yang keluar dari mulut rekan setimnya tersebut hanyalah bentuk emosi sesaat akibat tensi tinggi setelah mengalami kecelakaan parah di lintasan.
Perseteruan terbuka ini tentu menjadi ujian tersendiri bagi manajemen tim dalam menjaga keharmonisan garasi hingga akhir musim. Terlebih lagi, kedua pembalap ini sama-sama mengantongi tiket promosi ke kelas utama MotoGP untuk musim mendatang, sehingga dinamika rivalitas mereka diprediksi bakal terus berlanjut dan semakin sengit pada masa-masa yang akan datang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang