Elland Road mendadak membara ketika Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit kekalahan 0-1 dari Leeds United, Sabtu sore. Alih-alih melancarkan protes keras usai laga, manajer Roberto De Zerbi justru memilih jalur damai. Padahal, atmosfer pertandingan sempat memanas akibat insiden horor di babak pertama yang melibatkan tekel keras Jayden Bogle terhadap Mathys Tel, sebuah momen yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga di kasta tertinggi Premier League.

Kala itu, pertandingan masih berjalan imbang tanpa gol dan Spurs tampak memegang kendali penuh. Namun, petaka hadir ketika Bogle mendaratkan pul sepatunya ke kaki Tel dalam sebuah perebutan bola. Cek VAR yang memakan waktu lebih dari empat menit sempat membuat seluruh tribun menanti keputusan wasit John Brooks. Sialnya bagi Spurs, wasit di ruang VAR memutuskan tidak ada kartu merah, bahkan Bogle lolos dari sanksi kartu kuning karena wasit utama tidak pernah melihat langsung monitor di pinggir lapangan.

Mantan asisten wasit Premier League, Darren McCann, secara terbuka menyatakan kepada BBC Sport bahwa sang bek Leeds sangat beruntung masih bisa melanjutkan pertandingan. Akibat tekel tersebut, Tel harus ditarik keluar karena mengalami memar parah pada kaki kirinya. Momentum dan ketenangan skuad tamu perlahan menguap. Selepas turun minum, anak asuh De Zerbi benar-benar kehilangan taring dan harus akur kebobolan lewat aksi Noah Okafor yang mengamankan kemenangan perdana Leeds sejak September.

Meski kecewa berat, juru taktik asal Italia itu menolak menjadikan keputusan kontroversial wasit sebagai kambing hitam performa buruk timnya di paruh kedua. "Kami pantas kalah di babak kedua dan tidak bermain seperti kapasitas kami," ujar De Zerbi kepada TNT Sports. Ia mengakui bahwa timnya kehilangan karakter serta aspek fisik yang dibutuhkan untuk bersaing di level teratas, sekaligus menegaskan pentingnya mengambil pelajaran berharga dari kekalahan tandang ini.

Frustrasi kubu London Utara kian memuncak di awal babak kedua ketika Pedro Porro diganjar kartu kuning bersamaan dengan sang pelatih akibat protes keras. Meski mengakui kebingungannya atas keputusan tersebut, De Zerbi memilih untuk tetap menghormati protokol VAR yang berlaku. Kini, PR besar menanti sang pelatih untuk segera mengembalikan mentalitas pemenang skuadnya sebelum persaingan papan atas semakin kejam.