Ada aroma kepanikan yang mulai menyeruak di tribun pendukung Celtic setelah rentetan hasil buruk kembali mencoreng ambisi besar mereka musim ini. Kekalahan mengejutkan atas Falkirk akhir pekan kemarin menandai catatan minor keenam dari 10 pertandingan terakhir di semua ajang kompetitif. Alih-alih mendominasi jalannya laga, skuad asuhan Martin O'Neill justru tampil melempem dan kehilangan arah di hadapan pendukungnya sendiri.

Sorotan tajam langsung diarahkan oleh mantan penyerang Chris Sutton yang secara terbuka menyebut bahwa klub dan tim saat ini tengah berada dalam fase regresi. Kritik serupa juga dilontarkan oleh pandit lain yang menyoroti faktor kelelahan serta cedera yang mendera para pemain pilar seperti Callum McGregor. Statistik pertandingan sebenarnya memperlihatkan dominasi mutlak dari sisi penguasaan bola dan peluang, namun ketidakefektifan di sepertiga akhir lapangan membuat mereka harus membayar mahal.

Situasi pelik ini jelas memicu tekanan psikologis yang luar biasa besar jelang laga krusial di kancah Eropa menghadapi Besiktas tengah pekan ini. Keunggulan empat poin di puncak klasemen sementara Scottish Premiership kini berada dalam bayang-bayang ancaman para rival terdekat yang siap memanfaatkan setiap selip poin. Tekanan suporter pun kian menggunung, menuntut adanya evaluasi total dari jajaran manajemen hingga tim kepelatihan.

Menanggapi badai kritik yang menerpa, Martin O'Neill memilih tetap tenang dan mengingatkan publik bahwa posisi tim saat ini sejatinya masih lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim lalu. Pelatih berpengalaman tersebut berargumen bahwa rotasi pemain terpaksa dilakukan demi menjaga kebugaran di tengah jadwal padat kompetisi domestik dan Eropa. Kendati demikian, ruang untuk melakukan kesalahan semakin menipis jika Celtic tidak segera menemukan kembali formula kemenangan mereka.