Deru cemoohan yang menggema di Old Trafford akhir pekan lalu masih menyisakan rasa pahit yang mendalam di ruang ganti Manchester United. Tim asuhan Michael Carrick harus rela melihat kemenangan di depan mata sirna setelah Dominic Solanke mencetak gol penyeimbang bagi Tottenham Hotspur di masa tambahan waktu, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menyusul kartu merah Rodrigo Bentancur.

Hasil imbang tersebut memperpanjang tren negatif Setan Merah yang kini baru mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan awal Premier League, catatan terburuk mereka sejak 1986. Tekanan hebat pun langsung mengarah kepada sang manajer seiring memudarnya memori manis pencapaian finis di peringkat ketiga dan kembalinya mereka ke Liga Champions musim lalu.

Kiper utama Senne Lammens dengan tegas mengakui bahwa timnya tidak boleh terus-menerus meratapi kegagalan tersebut. Menurutnya, jadwal padat harus dimanfaatkan sebagai momentum instan untuk melupakan kekecewaan, dimulai dari lawatan berat menghadapi Atletico Madrid di ajang Eropa tengah pekan ini.

"Sangat mengecewakan ketika Anda sudah memegang kendali, unggul satu gol, dan melawan sepuluh pemain, tetapi kebobolan di pengujung laga," ujar Lammens kepada ESPN FC. Lammens menambahkan bahwa skuadnya wajib memetik pelajaran berharga agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dalam mengamankan hasil positif ke depannya.

Masalah lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Carrick setelah mereka belum sekalipun mencatatkan clean sheet di liga domestik musim ini. Proses terciptanya gol penyama kedudukan Tottenham dianggap sebagai bukti nyata kurangnya konsistensi pertahanan secara kolektif, bukan sekadar kesalahan individu semata.

Ujian konsistensi ini bakal langsung diuji dalam rangkaian jadwal neraka yang menanti Setan Merah di depan mata. Selepas dari daratan Spanyol, rivalitas panas kontra Leeds United di Premier League sudah menunggu di akhir pekan sebelum kembali bertarung di panggung Eropa menghadapi Como.