Kekalahan pahit harus ditelan oleh Coventry City setelah takluk 1-3 dari Everton dalam duel sengit hari Jumat. Hasil negatif ini langsung memantik amarah sang manajer, Frank Lampard, yang merasa timnya menjadi korban keputusan pengadil lapangan yang merugikan di sepanjang pertandingan.
Mantan juru taktik The Toffees tersebut menyoroti tiga insiden krusial yang luput dari pandangan wasit maupun tinjauan VAR. Lampard meyakini timnya layak mendapatkan dua hadiah penalti, sementara gol kedua lawan seharusnya dianulir karena dugaan pelanggaran handball sebelum bola bersarang ke dalam gawang.
Insiden pertama terjadi pada babak pertama ketika James Tarkowski tampak menjambak rambut Caleb Yirenkyi saat duel perebutan bola di kotak terlarang. Meski aturan baru telah memperjelas sanksi untuk aksi tersebut, wasit tetap bergeming dan tidak memberikan penalti yang, jika disahkan, bisa mengubah jalannya laga secara drastis.
Ketegangan memuncak ketika tekel Vitaliy Mykolenko terhadap Taiwo Awoniyi hanya berbuah keputusan tendangan bebas tipis di luar kotak penalti versi VAR. Lampard juga dibuat frustrasi oleh gol kedua Thierno Barry yang sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat torehan dua gol, menegaskan bahwa tidak ada satu pun keberuntungan yang memihak kubunya malam itu.
Di sisi lain, manajer Everton David Moyes justru memiliki pandangan bertolak belakang terkait berbagai protes keras tersebut. Moyes memilih memuji penampilan gemilang lini serangnya, termasuk performa tajam Barry yang kini telah mengemas 10 gol musim ini serta gol penutup dari Kiernan Dewsbury-Hall menjelang bubaran.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang