Krisis di King Power Stadium semakin memuncak setelah Leicester City harus menelan kekalahan pahit dari Peterborough United di ajang League One. Suporter tuan rumah yang sudah habis kesabaran langsung melontarkan cemoohan dan meneriakkan tuntutan agar sang pelatih segera dipecat. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi manajemen klub yang sebelumnya sempat memberikan pembelaan terbuka sebelum laga dimulai.
Tekanan besar memang tengah mengarah ke kubu The Foxes setelah awal musim yang lambat akibat degradasi beruntun. Kepala sepak bola klub, Jon Rudkin, dan direktur olahraga James McCarron sempat mencoba meredam ketegangan lewat wawancara langka dengan BBC Radio Leicester. McCarron bahkan menegaskan keyakinannya bahwa Russell Martin adalah sosok yang tepat untuk mengusung gaya permainan dominan penguasaan bola setelah merombak skuad besar-besaran di bursa transfer musim panas lalu.
Namun, optimisme tersebut runtuh seketika di atas lapangan hijau ketika pertandingan baru berjalan. Peterborough United yang kini ditangani oleh mantan kapten Robbie Savage tampil tanpa kenal ampun dan langsung memegang kendali. Gol cepat dari Owura Edwards dan Harry Leonard, ditambah bunuh diri Warren O'Hora, membuat tim tamu unggul telak tiga gol tanpa balas sebelum babak pertama benar-benar tuntas di hadapan pendukung tuan rumah.
Upaya bangkit sempat terlihat lewat gol balasan Emil Riis di paruh kedua babak kedua setelah memanfaatkan berbagai peluang. Sayangnya, reaksi tersebut terlambat karena sebagian suporter sudah memilih meninggalkan stadion lebih awal sebagai bentuk protes nyata atas performa buruk tim kesayangan mereka. Gelandang berpengalaman John Lundstram bahkan mengakui bahwa para pemain tampil dengan rasa cemas yang tinggi akibat tekanan bertubi-tubi dari tribun penonton.
Selepas pertandingan, Russell Martin secara terbuka menerima segala kemarahan dan cemoohan dari para suporter yang kecewa berat dengan hasil akhir. Pelatih berusia 40 tahun itu menegaskan bahwa pergantian pelatih bukanlah solusi instan untuk mengangkat performa tim keluar dari zona merah klasemen sementara League One. Kini, manajemen bersama skuad harus segera menemukan cara mengatasi rasa gugup sebelum situasi di ruang ganti semakin tak terkendali.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang