Teka-teki mengenai masa depan Lewis Hamilton di ajang Formula 1 kembali memancing perhatian publik jelang akhir pekan balapan. Peraih tujuh gelar juara dunia tersebut dengan tegas menyatakan bahwa dirinya "diciptakan secara berbeda" ketika disinggung mengenai peluang membalap hingga memasuki era 2030-an. Komentar ini muncul setelah sebelumnya ia sempat melempar wacana untuk tampil di GP Rwanda yang dijadwalkan berlangsung dekade depan.
Meski usianya akan menginjak 42 tahun pada Januari mendatang dan menyentuh angka 45 saat musim 2030 dimulai, sang pebalap Ferrari ini tidak gentar dengan berbagai anggapan miring soal penurunan refleks tubuh. Dilansir dari Sky Sports, ia menepis keraguan tersebut dengan membuktikan bahwa kecepatan reaksinya masih mampu mengimbangi para pebalap muda di grid saat ini. Kontraknya bersama Tim Kuda Jingkrak sendiri diketahui akan berjalan hingga akhir musim 2027 dengan opsi perpanjangan.
Performa pebalap asal Inggris tersebut sempat menuai tanda tanya besar pada tahun pertamanya berseragam merah usai hengkang dari Mercedes. Namun, ia berhasil membungkam para pengkritik lewat kebangkitan impresif sepanjang musim ini, termasuk torehan kemenangan manis di Barcelona. Bagi Hamilton, tantangan usia bukanlah halangan asalkan dirinya masih memiliki dedikasi penuh dan kesiapan mental untuk terus berkorban di level tertinggi ajang balap jet darat.
Alih-alih memusingkan perebutan posisi kedua di klasemen Kejuaraan Dunia Pebalap yang sangat ketat—di mana ia bersaing rapat dengan George Russell, Max Verstappen, dan Charles Leclerc—fokus utamanya justru tertuju pada konstruktor. Ia bertekad mengamankan posisi runner-up Kejuaraan Konstruktor bagi Ferrari yang kini unggul cukup nyaman atas rival-rivalnya. Tim asal Maranello tersebut dinilai layak mendapatkan hasil maksimal sebagai modal berharga menatap musim depan.
Menatap seri GP Meksiko akhir pekan ini, Hamilton tetap optimistis dengan potensi mobilnya di sirkuit dengan karakteristik dataran tinggi. Karakteristik mesin serta keunggulan kecepatan di trek lurus diharapkan mampu meminimalisir kendala hambatan udara yang biasa terjadi di permukaan laut. Dengan persiapan matang, ia berharap bisa melanjutkan tren positif tim dan menyuguhkan tontonan kompetitif di hadapan para pecinta kecepatan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang