Suasana haru menyelimuti Stadion Monumental ketika Lionel Messi melangkah ke lapangan untuk melakoni laga perpisahan bersama timnas Argentina melawan Benin, Rabu (7/10). Pertandingan ini menjadi momen krusial sekaligus emosional bagi La Pulga yang memutuskan gantung sepatu dari Argentina akhir Agustus lalu menyusul kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Sejak debut pada 17 Agustus 2005, laga ke-208 ini menjadi penutup perjalanan manis sang megabintang dengan total catatan 126 gol bagi Tim Tango.

Air mata La Pulga sempat tumpah saat menggandeng ketiga anaknya ketika lagu kebangsaan berkumandang di tribun penonton. Memasuki menit ke-10, wasit asal Chile, Fernando Vejar, menghentikan jalannya laga sejenak guna memberikan penghormatan khusus kepada sang kapten. Gemuruh tepuk tangan serta yel-yel membahana dari seisi stadion membuat emosi sang penyerang kian memuncak di atas rumput hijau.

Pertandingan persahabatan ini tetap berjalan menarik ketika sang bintang Inter Miami sukses mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan peluang emas dari titik putih penalti pada menit ke-71, tendangan akuratnya berhasil merobek jala gawang Benin dan mengubah kedudukan menjadi 3-0 hingga peluit panjang berbunyi.

Di akhir laga, momen unik sekaligus ikonik terjadi ketika wasit Fernando Vejar memberikan kenang-kenangan tak terlupakan kepada sang kapten. Sang pengadil lapangan menyerahkan kartu kuning dan kartu merah yang dipakai dalam pertandingan tersebut sebagai cendera mata pensiun bagi peraih delapan Ballon d'Or itu.

Laga perpisahan ini tidak hanya bermakna mendalam bagi karier panjang La Pulga di panggung internasional, tetapi juga meninggalkan kesan istimewa bagi para pemain Benin yang berkesempatan menghadapi salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah sepak bola dunia untuk kali terakhir.