Panggung megah di Estadio Monumental, Buenos Aires, bersiap menyambut momen paling emosional dalam sejarah sepak bola modern. Lionel Messi dipastikan akan mengenakan seragam La Albiceleste untuk terakhir kalinya dalam laga uji coba internasional menghadapi Timnas Benin pada Rabu, 7 Oktober mendatang. Duel ini menandai tirai penutup bagi perjalanan panjang sang megabintang bersama negaranya, setelah dua dekade penuh trofi, rekor, dan air mata.
Perjalanan luar biasa La Pulga dimulai pada 21 tahun dan 51 hari lalu ketika menghadapi Hungaria, di mana ia justru mendapat kartu merah langsung semenit usai masuk sebagai pemain pengganti. Sejak malam kelam itu, kisahnya berubah menjadi dongeng abadi dengan catatan 207 penampilan, 125 gol, 68 assist, serta mempersembahkan satu trofi Piala Dunia dan dua gelar Copa América. Meski musim panas lalu gagal meraih happy ending usai takluk 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia, publik Buenos Aires tetap siap memberikan penghormatan tertinggi.
Lawan yang dihadapi kali ini, Benin, memang berada di peringkat ke-93 dunia dan tidak diunggulkan untuk merusak pesta perpisahan tuan rumah. Dilansir dari FourFourTwo, persiapan tim tamu sempat diwarnai sorotan tajam karena masalah logistik penerbangan komersial dan fasilitas akomodasi yang kurang memadai. Namun, situasi tersebut justru membuka lebar peluang bagi peraih delapan Ballon d'Or ini untuk menutup lembaran internasional dengan gelontoran gol di depan publik sendiri.
Bagi fans di tanah air yang ingin menyaksikan malam bersejarah ini, siaran langsung tersedia melalui stasiun televisi Argentina, Telefe, serta layanan streaming Globoplay bagi penonton di Brasil. Penggemar di luar wilayah tersebut dapat memanfaatkan jaringan VPN terpercaya seperti NordVPN untuk membuka akses tayangan dari mana saja. Sementara itu di Inggris, siaran langsung disiarkan eksklusif oleh Premier Sports dengan biaya berlangganan sekitar Rp380.000 per bulan, dan platform ViX memegang hak siar di Amerika Serikat.
Pelatih Lionel Scaloni sengaja mengistirahatkan sang kapten dalam dua laga uji coba sebelumnya demi memastikan kondisi fisiknya prima di Estadio Monumental. Stadion kebanggaan Argentina ini dipastikan bakal bergemuruh hebat, dihiasi air mata suporter yang melepas sang legenda terhebat sepanjang masa. Duel ini bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa, melainkan sebuah monumen penghormatan terakhir bagi pemain yang mengubah wajah sepak bola selamanya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang