Kekalahan menyakitkan dari Atletico Madrid di ajang Liga Champions rupanya menjadi puncak dari gunung es masalah internal yang selama ini disembunyikan. Di tengah compang-campingnya performa tim, bek tangguh Lisandro Martinez justru melontarkan kritik pedas yang langsung menghantam para petinggi klub. Alih-alih cuma menyalahkan pemain atau staf pelatih di atas lapangan, pemain asal Argentina itu dengan berani menunjuk hidung jajaran manajemen puncak dan pemilik klub sebagai akar masalah utama keterpurukan Setan Merah.

Dilansir dari ESPN FC, wawancara pasca-laga tersebut langsung meledakkan tensi di Old Trafford yang selama bertahun-tahun memang sudah memanas. Kemarahan fans kepada keluarga Glazer dan pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe kini mendapat validasi langsung dari ruang ganti. Musim panas lalu, Manchester United hanya menggelontorkan dana belanja sekitar Rp3 Triliun (£150 juta) untuk mendatangkan pemain anyar. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan rival-rival Premier League seperti Manchester City hingga Chelsea yang jor-joran memperkuat skuad demi bersaing di kompetisi Eropa.

Pelatih Michael Carrick kini harus menanggung beban berat di tengah skuad yang compang-camping dan minim kedalaman. Cedera yang menimpa pemain kunci semakin memperlihatkan betapa rapuhnya perencanaan transfer klub dalam menyambut musim baru. Kritik terbuka Martinez tidak hanya menyasar CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox, tetapi juga mempertanyakan komitmen finansial para miliarder di balik layar yang dinilai gagal memberikan dukungan maksimal kepada tim.

Situasi pelik ini menempatkan Carrick dalam posisi serba salah ketika mencoba meredam suasana dengan menyebut reaksi sang bek sebagai bentuk emosi sesaat usai kekalahan. Namun, nasi sudah menjadi bubur dan fakta bahwa pemain senior mulai berani buka suara menunjukkan betapa retaknya hubungan antara ambisi di atas lapangan dengan kebijakan finansial di ruang dewan. Tekanan kini sepenuhnya bergeser ke arah jajaran direksi yang harus segera merespons tuntutan investasi sebelum musim ini benar-benar lepas kendali.