Ruang ganti Manchester United mendadak panas setelah hasil minor kembali tersaji di panggung Eropa. Bek tangguh Lisandro Martinez secara terbuka melontarkan kritik pedas kepada manajemen klub usai takluk 0-2 dari Atletico Madrid pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14/10) dini hari WIB. Kekalahan menyakitkan akibat gol Pablo Barrios dan Ademola Lookman ini memperpanjang tren negatif Setan Merah yang gagal meraup kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Kritik tajam Licha, sapaan akrab sang bek, langsung mengarah kepada kurangnya dukungan finansial dan kebijakan transfer klub. Menurutnya, manajemen tidak cukup memberikan sokongan kepada pelatih Michael Carrick untuk mendatangkan amunisi baru yang bisa memperkuat kedalaman skuad. Pemain asal Argentina itu dengan tegas menyebut bahwa dirinya dan segenap tim mengharapkan investasi serta langkah nyata yang lebih masif dari para petinggi klub demi menghadapi ketatnya persaingan musim ini.

"Saya mengharapkan lebih, itu 100 persen jelas. Saya juga mengharapkan lebih dari Direktur Teknik kami, Jason Wilcox," ujar Martinez selepas pertandingan mengutip dari Daily Mail. Di sisi lain, Licha juga tidak menutup mata terhadap performa di atas lapangan dan mengakui bahwa para pemain wajib berbuat lebih banyak untuk mengangkat derajat klub dari situasi pelik yang sedang mendera.

Tekanan hebat kini memang tengah mengarah ke kursi kepelatihan menyusul catatan empat kekalahan dari sembilan pertandingan awal musim ini. Kendati demikian, pembelaan tegas diberikan oleh sang bek tengah untuk sang juru taktik yang baru saja diangkat sebagai pelatih tetap pada awal musim, menegaskan bahwa pemecatan pelatih bukanlah solusi instan yang bijak untuk menyelesaikan masalah fundamental klub saat ini.

"Dia sudah berusaha sebaik mungkin. Anda tidak bisa terus-menerus mengganti manajer. Bagaimana dengan aspek lainnya? Malam ini mudah saja menyalahkan pelatih atau pemain, tetapi kita juga harus melihat faktor-faktor lain," pungkas Martinez. Situasi internal yang mulai terbuka ke publik ini tentu menjadi ujian berat bagi manajemen klub untuk segera meredam tensi dan mengembalikan keharmonisan tim.