Badai kritik menerpa ruang ganti Manchester United setelah kekalahan menyakitkan 0-2 dari Atlético Madrid di ajang Champions League. Di tengah tekanan hebat yang mengarah kepada manajer Michael Carrick, bek tangguh Lisandro Martínez justru dengan berani mengarahkan telunjuknya langsung ke jajaran petinggi klub.
Hasil buruk di Madrid memperpanjang tren negatif Setan Merah yang kini menelan kekalahan ketiga dari lima pertandingan terakhir. Publik tentu menyoroti kinerja sang juru taktik yang baru meraup satu kemenangan dari tujuh laga pamungkas. Namun, alih-alih menyalahkan rekan setim atau pelatih, Martínez menilai manajemen klub pimpinan direktur teknik Jason Wilcox gagal total memperkuat kedalaman skuad pada bursa transfer musim panas lalu.
Musim panas lalu, klub hanya menggelontorkan dana sekitar £150 juta atau setara dengan Rp3 Triliun untuk belanja pemain baru. Angka tersebut terpaut jauh jika dibandingkan dengan manuver belanja agresif yang dilakukan klub-klub rival penghuni posisi enam besar Liga Inggris. Menurut pemain asal Argentina itu, minimnya investasi membuat tim kedodoran menghadapi ketatnya persaingan level Eropa.
Selepas peluit panjang dibunyikan di Madrid, Martínez secara terbuka meluapkan kekecewaannya di hadapan media. Ia menegaskan bahwa manajemen puncak harus bertanggung jawab penuh atas situasi krisis yang sedang melanda tim saat ini, bukan sekadar melimpahkan beban kepada pemain dan pelatih di lapangan hijau.
Sementara itu, Michael Carrick memilih untuk tidak buru-buru merespons komentar panas dari anak asuhnya tersebut. Mantan gelandang timnas Inggris itu mengaku belum melihat rekaman wawancara Martínez dan menilai emosi sesaat usai kekalahan adalah hal yang lumrah dalam sepak bola kompetitif.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang