Stadion Balaidos menjadi saksi bagaimana Juventus harus melewati ujian berat sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dramatis atas Celta Vigo di ajang Europa League. Sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama akibat gol Hugo Alvarez, Bianconeri bangkit secara impresif usai turun minum lewat aksi Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani.

Pelatih kepala Luciano Spalletti mengakui bahwa timnya sempat tampil lamban dan membiarkan lawan mendikte jalannya laga sebelum jeda. Namun, perubahan taktik krusial di menit-menit akhir babak kedua terbukti menjadi pembeda mutlak bagi raksasa Turin tersebut.

"Kami sempat keteteran dan membuang banyak energi di paruh pertama karena terlalu lamban dalam mengalirkan bola maupun melakukan pressing," ungkap sang juru taktik kepada Sky Sport Italia. Meski demikian, ia memuji mentalitas anak asuhnya yang berani mengambil risiko besar demi memburu kemenangan tandang yang sangat krusial ini.

Di balik euforia kemenangan, ketegangan sempat terjadi di pinggir lapangan ketika Francisco Conceicao ditarik keluar pada menit ke-70 dan langsung ngeloyor masuk ke ruang ganti. Menanggapi gestur pemainnya tersebut, sang pelatih menegaskan bahwa sang winger muda seharusnya melampiaskan kemarahan itu kepada performa buruknya sendiri di atas lapangan.

Kemenangan ini memperpanjang catatan 100 persen Juventus di fase grup Europa League setelah sebelumnya sukses membantai NEC dengan skor telak lima gol tanpa balas. Kendati demikian, evaluasi tetap harus berjalan, terutama terkait performa gelandang andalan mereka yang masih kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya di bawah tekanan publik.