Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dihadapkan pada kenyataan finansial yang tidak kecil jika benar-benar serius mendatangkan pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, untuk menukangi skuad Harimau Malaya. Berdasarkan kalkulasi dari agen ternama Malaysia, Effendi Jagan Abdullah, langkah ambisius ini menuntut investasi masif demi mendongkrak prestasi tim di kancah internasional.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Berita Harian, Effendi menjelaskan bahwa pelatih dengan profil top Asia minimal membutuhkan biaya operasional yang besar. Untuk nama besar sekelas Hajime Moriyasu, besaran gaji per bulan diprediksi bisa menembus angka sekitar Rp1 miliar atau melambung hingga dua kali lipat dari standar pelatih Asia pada umumnya yang berada di kisaran Rp510 juta.
Isu ketertarikan FAM terhadap juru taktik Samurai Biru ini awalnya mencuat dari laporan media lokal Jepang, Sakanowa, sebelum akhirnya disorot pula oleh media Vietnam, Tien Phong. Rumor tersebut langsung memanaskan bursa transfer pelatih, mengingat kontrak Moriyasu bersama Timnas Jepang dijadwalkan akan berakhir pada awal tahun 2027 mendatang.
Kendati spekulasi kepindahan ini kian kencang berembus di kawasan Asia Tenggara, Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan buru-buru mendinginkan suasana. Pihaknya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada negosiasi resmi maupun kontak langsung yang dijalin oleh federasi dengan pihak sang pelatih.
Untuk sementara waktu, kursi kepelatihan Harimau Malaya masih dipercayakan kepada pelatih interim Tan Cheng Hoe. Juru taktik lokal tersebut baru saja mempersembahkan pencapaian finis di peringkat ketiga ajang FIFA ASEAN Cup 2026, sembari manajemen merumuskan langkah strategis selanjutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang