Kejutan tersaji di Etihad Stadium ketika Manchester City sukses mengamankan tiket perempat final Carabao Cup usai mendepak Brighton & Hove Albion melalui drama adu penalti 4-3, Rabu waktu setempat. Di tengah ketegangan yang membakar tribun, pelatih Enzo Maresca membuat pengakuan mengejutkan bahwa timnya tidak pernah melatih tendangan penalti menjelang duel krusial tersebut.

Laga inipun berjalan sengit sejak menit awal setelah juara bertahan dua kali tertinggal lewat gol Malick Yalcouyé dan Georginio Rutter. Namun, mental juara berbicara ketika Mateo Kovacic sempat menyamakan kedudukan di babak pertama, sebelum akhirnya Vitor Reis memaksa laga berlanjut ke adu penalti berkat gol bunuh diri di pengujung laga usai memanfaatkan umpan matang dari Rayan Cherki.

Dalam babak adu penalti yang menegangkan, kiper pelapis Gerónimo Rulli tampil sebagai pahlawan kemenangan tuan rumah. Mantan penjaga gawang utama tersebut sukses mementahkan dua eksekusi penalti dari Yasin Ayari dan Lewis Dunk, sekaligus menutupi kegagalan Kovacic yang sempat gagal mengeksekusi titik putih bagi skuad The Citizens.

Maresca sendiri memilih melakukan rotasi besar-besar dengan mencadangkan sejumlah pilar utama demi memberi istirahat, namun ia mengaku sangat puas dengan perjuangan para pemain pelapis di lapangan. Keputusan memasukkan pemain pengganti terbukti efektif mengubah momentum tekanan di atas lapangan hijau, terutama dengan energi segar yang ditunjukkan sepanjang sisa babak kedua.

Hasil pahit ini tentu menjadi pil pahit bagi manajer Brighton, Fabian Hurzeler, yang merasa timnya sebenarnya memiliki cukup peluang untuk mengunci kemenangan di waktu normal. Meski demikian, kedua tim tidak punya banyak waktu merenung karena mereka harus segera kembali bentrok di ajang Premier League akhir pekan ini.