Badai kritik tengah menghantam Manchester United setelah mereka menelan kekalahan telak 1-4 dari klub Como di ajang Liga Champions. Hasil minor di Italia ini merupakan kekalahan terbesar Setan Merah di panggung Eropa sejak takluk 0-4 dari Barcelona pada November 1994 silam. Situasi tersebut langsung memicu ketegangan internal di dalam tim, terutama setelah kapten Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan taktik yang diterapkan oleh pelatih.

Dilansir dari ESPN FC, skuad asuhan Michael Carrick tetap mendapatkan jatah hari libur pemulihan pada hari ini sebelum kembali berlatih pada Jumat. Keputusan memberikan waktu istirahat ini diambil mengingat pesawat rombongan tim baru mendarat di Manchester pada Kamis dini hari pukul 12.20 waktu setempat, demi menjaga kebugaran fisik jelang laga akhir pekan menghadapi Bournemouth di ajang Premier League.

Tekanan kini berada di pundak Carrick menyusul serangkaian hasil buruk yang membuat Setan Merah tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Kekalahan dari skuad bentukan Cesc Fàbregas itu semakin membenamkan posisi mereka di peringkat ke-21 klasemen fase liga Champions League, serta tertahan di tangga ke-13 klasemen Liga Inggris akibat baru meraih satu kemenangan saja sepanjang musim ini.

Ketegangan kian memuncak ketika Carrick secara terbuka menyoroti aspek fisik dan etos kerja para pemainnya di atas lapangan. Pelatih interim tersebut dengan tegas mempertanyakan intensitas "lari" para penggawa United yang dinilai sangat kurang, menciptakan atmosfer panas di ruang ganti yang sedang berjuang mencari konsistensi permainan terbaik mereka.

Situasi pelik ini diperparah dengan badai cedera yang melanda sejumlah pilar penting Setan Merah. Masalah kebugaran tengah membayangi beberapa pemain kunci seperti Luke Shaw, Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, hingga Lisandro Martínez. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat jelang duel kandang akhir pekan, Carrick dituntut segera meramu strategi jitu untuk meredakan krisis di ruang ganti.