Badai besar tengah menghantam Manchester United setelah terperosok ke zona degradasi Liga Inggris, sebuah catatan minor yang belum pernah dirasakan klub dalam empat dekade terakhir. Tekanan hebat kini mengalir deras di pundak skuad asuhan pelatih interim Michael Carrick yang dituntut segera keluar dari lubang jarum. Situasi pelik ini tercipta menyusul kemenangan mengejutkan Nottingham Forest atas Manchester City dengan skor 3-1, yang otomatis menyeret posisi Setan Merah semakin anjlok ke papan bawah klasemen sementara.

Dilansir dari CNN Indonesia, catatan historis menunjukkan bahwa terakhir kali The Red Devils merasakan pahitnya berada di zona degradasi kasta tertinggi terjadi pada tahun 1986 silam, jauh sebelum era modern Premier League dimulai ketika kompetisi masih bernama Divisi 1. Pada masa lampau tersebut, posisi ke-21 sempat mendera klub pada pekan ke-15, meski akhirnya mereka sukses lolos dari ancaman turun kasta di akhir musim. Kini, bayang-bayang kelam masa lalu tersebut kembali menghantui seiring rentetan hasil buruk yang melanda tim dalam beberapa pekan terakhir.

Krisis performa ini terlihat nyata dari catatan tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan di kasta tertinggi Liga Inggris. Padahal, modal positif baru saja dikantongi usai mengalahkan AS Roma di ajang Champions League, yang seharusnya bisa menjadi pelecut motivasi tambahan bagi para pemain di atas lapangan. Akan tetapi, beban mental dan tekanan publik tribun Old Trafford kini berlipat ganda, menuntut reaksi instan dari para penggawa tim untuk membalikkan keadaan sebelum semuanya terlambat.

Ujian berat menanti Michael Carrick dalam meramu taktik akibat kondisi skuad yang sedang compang-camping akibat badai cedera pemain kunci. Lini belakang dipastikan kehilangan bek kiri murni menyusul cedera yang menimpa Luke Shaw serta Patrick Dorgu, sehingga Diogo Dalot diprediksi bakal dipaksa bekerja ekstra keras menambal lubang tersebut. Situasi serupa juga terjadi di sektor lini tengah tatkala Carlos Baleba dan Manuel Ugarte harus