Awal musim yang buruk bagi Manchester United kembali mencapai titik nadir setelah mereka dibantai 4-1 oleh klub kejutan Italia, Como, dalam ajang Liga Champions. Kekalahan telak ini semakin membenamkan posisi pelatih Michael Carrick yang kini berada di bawah tekanan besar. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Setan Merah tampil tanpa arah dan harus membayar mahal kerapuhan lini belakang mereka sejak menit-menit awal pertandingan.
Petaka bagi tim tamu sudah dimulai ketika Nico Paz membobol gawang saat laga baru berjalan dua menit. Gol cepat tersebut menorehkan rekor buruk bagi Man United sebagai klub Inggris pertama dalam sejarah Liga Champions yang kebobolan di dua menit pertama secara beruntun, menyusul kekalahan dari Atletico Madrid pekan lalu. Situasi semakin memburuk di babak kedua setelah Anastasios Douvikas dan dua gol tambahan dari Paz serta Jacopo Ramón membuat tuan rumah unggul jauh, sebelum gol hiburan dari Joshua Zirkzee di masa tambahan waktu menutup laga.
Hasil minor ini membuat Man United kini terpuruk di peringkat ke-20 klasemen sementara Liga Champions, sementara Como melesat ke posisi keenam. Tekanan di pundak Carrick kian membara mengingat timnya kini gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua ajang. Situasi internal klub juga tengah memanas menyusul kritik terbuka dari Lisandro Martinez terhadap kebijakan transfer manajemen klub beberapa waktu lalu.
Seusai pertandingan, Carrick dengan jantan menghampiri tribun suporter tim tamu untuk meminta maaf atas performa memalukan anak asuhnya. Dilansir dari ESPN FC, sang pelatih secara terbuka menyatakan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas hasil buruk ini dan menyebut penampilan timnya sama sekali tidak dapat diterima oleh siapapun yang mencintai klub.
Di sisi lain, kemenangan ini menorehkan sejarah manis bagi Como yang dilatih oleh mantan bintang Arsenal dan Barcelona, Cesc Fabregas. Tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub selama 119 tahun, Como sukses melanjutkan kejutannya dan kini menjadi tim Italia pertama yang memenangkan dua laga kandang perdana di Liga Champions sejak Lazio pada musim 1999-2000.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang