Ketika Cristiano Ronaldo pertama kali menginjakkan kaki di skuad senior Timnas Portugal pada tahun 2003 sebagai remaja berusia 18 tahun, sedikit yang menyangka ia akan merajai panggung sepak bola internasional selama dua dekade penuh. Masuk ke ruang ganti penuh bintang mapan seperti Luis Figo, Deco, hingga Maniche, sang penyerang muda sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar.
Dilansir dari FourFourTwo, Maniche mengenang bagaimana ia dan Deco langsung menyambut serta melindungi sang bintang muda. Namun, di balik usia belianya, pemain berjuluk CR7 itu justru dikenal sangat usil dan kompetitif dalam sesi latihan. Ia sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh para senior yang memiliki status jauh lebih besar di skuad Selecao das Quinas saat itu.
Etos kerja luar biasa yang masih membara hingga hari ini rupanya sudah terlihat sejak sesi latihan pertamanya bersama Luiz Felipe Scolari. Maniche menyebut mantan bintang Real Madrid itu selalu menjadi orang pertama yang tiba di ruang ganti dan paling terakhir meninggalkan lapangan latihan. Bahkan, sang pelatih kerap harus menghentikannya karena takut sang pemain kelelahan akibat berlatih ekstra selama dua hingga tiga jam.
Bagi Maniche, mentalitas baja inilah yang menjadi pembeda utama antara sang megabintang dengan rekan-rekan seangkatannya. Kombinasi antara profesionalisme tingkat tinggi dan rasa hormat mendalam pada profesinya membuat sang penyerang mampu bertahan di level tertinggi. Stabilitas finansial yang sudah didapat sejak usia muda tidak membuatnya cepat puas, karena ia selalu terdorong oleh hasrat untuk terus bersaing dan menjadi yang terbaik di dunia.
Menutup perbincangannya, Maniche meyakini bahwa kompatriotnya itu tidak akan gantung sepatu dalam waktu dekat. Ia memprediksi sang penyerang baru akan memutuskan pensiun setelah berhasil menggenapkan catatan 1,00ribuan gol dalam karier profesionalnya, sebuah skenario sempurna yang bakal menutup perjalanan luar biasa sang legenda.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang