Badai finansial yang tengah menerpa Manchester City memantik kecemasan mendalam dari para pemainnya. Setelah komisi independen menyatakan klub bersalah atas rentetan pelanggaran aturan keuangan, ketidakpastian kini menyelimuti markas The Citizens. Ancaman sanksi berat mulai dari degradasi, larangan transfer, hingga pencabutan trofi juara yang sudah dikoleksi bertahun-tahun menjadi momok nyata yang menghantui internal tim.

Situasi pelik ini turut mengundang komentar dari mantan penggawa lini belakang mereka. Bek asal Swiss yang kini membela Inter Milan, Manuel Akanji, akhirnya buka suara terkait prahara yang melanda mantan klubnya tersebut. Dilansir dari FourFourTwo, pemain yang dilatih oleh Pep Guardiola selama di Etihad Stadium itu mengakui dirinya masih menjalin komunikasi dengan beberapa mantan rekan setimnya di Inggris.

"Kami diminta untuk tetap tenang, bahwa mereka memiliki segalanya di bawah kendali dan tidak ada hal besar yang terjadi," ujar Akanji kepada Nau. Meskipun menaruh kepercayaan penuh kepada para petinggi klub, pemain berusia 31 tahun itu tidak menampik rasa khawatirnya jika lemari trofi mereka harus dibersihkan akibat vonis tersebut. "Saya harap saya tidak kehilangan gelar saya. Itu akan sangat disayangkan," sambungnya dengan nada cemas.

Kasus hukum yang menjerat The Citizens ini mencakup periode panjang antara tahun 2009 hingga 2018, di mana klub dituduh melanggar aturan finansial secara sistematis dalam kurun waktu hampir satu dekade. Chief Executive Premier League, Richard Masters, dalam pernyataannya menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil demi menjaga integritas kompetisi yang telah disetujui bersama oleh klub-klub peserta. Meski kubu Etihad telah mengajukan banding untuk melawan seluruh dakwaan tersebut, atmosfer di sepak bola Inggris tetap memanas.

Menariknya, periode pelanggaran yang disangkakan terjadi sebelum Akanji mendarat di Manchester pada tahun 2022, sehingga ia berpotensi lolos dari ancaman pencabutan medali juara, berbeda dengan rekan-rekan setim lainnya yang telah membangun fondasi dinasti jauh sebelumnya. Di sisi lain, bayang-bayang sanksi ini terus menjadi sorotan tajam di tengah persiapan ketat tim menatap rangkaian jadwal Premier League musim ini. Tekanan mental bagi para pemain tentu meningkat drastis di tengah fokus mereka mempertahankan performa di atas lapangan hijau.