Pembalap andalan Gresini Racing, Marc Marquez hanya bisa pasrah setelah full race MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island gagal terlaksana akibat cuaca ekstrem. Kondisi buruk tersebut membuat balapan hari Minggu terpaksa dibatalkan demi keselamatan para pembalap di lintasan.

Padahal, seri kali ini memiliki makna emosional yang sangat mendalam bagi para pecinta kecepatan. Ajang MotoGP Australia 2026 seharusnya menjadi momen perpisahan bagi Sirkuit Phillip Island yang dipastikan tidak lagi menggelar balapan roda dua kelas premier tersebut pada musim tahun depan.

Bagi Marquez, balapan utama ini sebenarnya menjadi kans emas untuk mendulang poin krusial dalam perburuan gelar juara dunia. Saat ini ia masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 365 poin, namun posisinya baru unggul tipis 10 angka saja dari pesaing terdekatnya, Jorge Martin.

Pembatalan ini praktis menahan ambisi besar Marquez untuk memperlebar jarak aman di tangga klasemen sementara. Meski kecewa, sang juara dunia mengakui bahwa keputusan tersebut sudah berada di luar kendali para pembalap maupun pihak penyelenggara perlombaan.

"Ya tentu saya merasakan kesedihan semua penggemar di Phillip Island, karena Phillip Island tidak seharusnya mengalami pembatalan pada balapan terakhirnya," ungkap Marquez dalam wawancara televisi setelah pengumuman resmi pembatalan.

Direktur balap MotoGP, Graham Webb, menjelaskan bahwa faktor utama pembatalan ini murni demi alasan keselamatan menyusul cuaca buruk yang melanda kawasan sirkuit. Hujan deras disertai kabut tebal membuat jarak pandang jatuh ke titik nadir dan melumpuhkan operasional helikopter medis darurat.