Jelang duel krusial di ajang AC Milan, pelatih kepala AFC Bournemouth Marco Rose melontarkan pandangan menarik dalam sesi konferensi pers. Meski mengakui kedatangan raksasa Italia tersebut merupakan momen istimewa bagi klub, juru taktik asal Jerman itu mengingatkan bahwa sejarah klub pernah melewati ujian yang jauh lebih hidup-mati ketimbang sekadar panggung Eropa pekan ini.
Kilas balik ke musim 2008-2009, klub berjuluk The Cherries sempat berada di jurang kebangkrutan akibat sanksi pengurangan 17 poin di League Two. Bagi Rose, perjuangan menyelamatkan eksistensi klub di kasta bawah pada masa lalu memiliki bobot emosional dan urgensi yang jauh melampaui gemerlap duel UEFA Europa League. Fondasi inilah yang membuat skuadnya kini berdiri tegak di kancah kontinental.
Kendati demikian, tantangan menghadapi Rossoneri tetap tidak dipandang sebelah mata oleh sang pelatih. Rose menaruh kagum mendalam terhadap kualitas individu lawan, termasuk mengagumi sosok gelandang veteran Luka Modric yang ia nilai memiliki karier luar biasa. Persiapan matang terus digodok agar timnya mampu mengimbangi intensitas permainan tamu dari Italia tersebut.
Situasi skuad Bournemouth sendiri mulai menunjukkan perkembangan positif jelang laga kandang ini. Kembalinya sejumlah pilar penting seperti Justin dan Amin memberikan angin segar di tengah jadwal padat. Rose meyakini kedalaman skuad yang kompetitif akan menjadi kunci utama untuk bersaing secara konsisten di pentas domestik maupun Eropa musim ini.
Pertemuan ini juga mempertemukan kembali Rose dengan juru taktik lawan yang ia kenal sejak bersua di Liga Champions. Dengan gaya pressing ketat dan rencana taktik yang jelas dari sang lawan, Bournemouth tetap berkomitmen mempertahankan identitas permainan agresif mereka demi mengamankan hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang