Awal musim yang begitu diimpikan oleh Enzo Maresca bersama Manchester City kini berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Setelah sempat mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di awal musim, The Citizens justru mengalami anti-klimaks yang menyakitkan usai takluk 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground. Kekalahan ini mencatatkan rekor minor di mana City menjadi tim kedua dalam sejarah kasta tertinggi Liga Inggris—menyusul Sheffield Wednesday pada musim 1904-1905—yang memenangi tujuh laga awal lalu menelan tiga kekalahan beruntun berikutnya.

Badai masalah lini belakang kembali menghantui skuad asuhan Maresca akhir pekan ini. Josko Gvardiol melakukan blunder fatal di awal laga yang dimanfaatkan dengan baik oleh Jair Cunha untuk membuka keunggulan Forest, sebelum mantan striker Liam Delap menambah penderitaan tim tamu lewat dua golnya. Situasi semakin pelik karena Gvardiol dan Marc Guehi harus ditarik keluar saat turun minum akibat cedera, memaksa sang manajer melakukan eksperimen darurat di lini pertahanan.

Tekanan kini kian membuncah di pundak Enzo Fernandez dan rekan-rekan setimnya yang tertinggal enam poin di belakang sang juara bertahan. Mantan gelandang Liverpool Danny Murphy bahkan menyoroti masalah mentalitas dan potensi arogansi dalam skuad City saat menghadapi tim yang sedang berjuang keluar dari zona merah. Dengan proses hukum terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang masih berjalan di latar belakang, jalan Pep Guardiola versi baru ini terjalin penuh duri.

Maresca sendiri mengakui bahwa timnya gagal mengimbangi intensitas dan memenangi duel-duel penting di paruh pertama pertandingan. Gelandang rekor klub senilai £116m atau sekitar Rp2,3 Triliun tersebut juga masih kesulitan menemukan performa terbaiknya di lini tengah setelah gagal memberikan kontribusi gol signifikan dalam beberapa laga terakhir. Jeda internasional kali ini menjadi momentum krusial bagi sang juru taktik asal Italia untuk merombak ulang strategi dan mengembalikan kepercayaan diri skuadnya.