Enzo Maresca secara terbuka mengakui bahwa dirinya mungkin akan melontarkan label “penipu” kepada Manchester City jika posisinya berada di pihak suporter rival seperti Manchester United atau Arsenal. Pernyataan jujur dari sang pelatih ini muncul di tengah badai skandal finansial yang tengah mengguncang klub raksasa Liga Inggris tersebut, menyusul vonis bersalah atas lebih dari 100 dakwaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Tekanan eksternal yang masif tampaknya tidak menghentikan langkah skuad asuhan Maresca untuk tampil perkasa di atas lapangan hijau. Dilansir dari The Guardian, sang juru taktik sukses membimbing City meraih kemenangan gemilang 3-0 di kandang Liverpool, Anfield, akhir pekan lalu. Hasil positif ini diraih tepat pada pertandingan pertama mereka pasca-keluarnya putusan komisi independen, yang langsung memicu perdebatan panas di kalangan penikmat sepak bola.

Maresca menyadari bahwa situasi pelik ini jauh lebih berat bagi para suporter setia ketimbang para pemain yang fokus bertanding. "Jika saya seorang suporter Arsenal atau United, saya bisa saja berkata kepada suporter City bahwa kalian berbuat curang," ungkap sang pelatih. Kendati demikian, atmosfer di ruang ganti tetap dipenuhi kebahagiaan luar biasa karena mengamankan tiga poin penuh di markas Liverpool bukanlah sebuah misi yang mudah untuk ditaklukkan.

Perayaan kemenangan yang tampak begitu meriah di Anfield sempat mengundang kritik dari berbagai pihak luar, namun Maresca memberikan pembelaan tegas. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera mengalihkan fokus penuh menatap laga berat di Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain di bawah arahan pelatih Pep Guardiola yang dijadwalkan hadir di stadion. Baginya, kebisingan di luar lapangan adalah hal yang tidak bisa mereka kendalikan secara langsung.

Kapten tim Rúben Dias turut memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan sang pelatih dengan menekankan ketenangan mental rekan-rekan setimnya. Menurut sang bek tengah, para pemain telah terbiasa membangun ketahanan diri dari segala sorotan negatif publik. Rasa percaya penuh terhadap klub menjadi landasan utama bagi skuad City untuk terus menikmati permainan di tengah situasi yang sarat akan tekanan psikologis.