Badai kritik dan rentetan hasil negatif sempat mengguncang Celtic dalam beberapa pekan terakhir, namun sang juru taktik menegaskan komitmennya tidak pernah goyah. Pelatih berpengalaman Martin O'Neill memastikan bahwa keputusan untuk bertahan di kursi manajer sama sekali tidak memerlukan waktu berpikir yang lama bagi dirinya.

Tekanan sempat memuncak di pundak O'Neill usai tim kebanggaan Skotlandia ini menelan tiga kekalahan beruntun yang menyakitkan. Dua hasil minor dari rival abadi Rangers serta kekalahan kandang 1-3 atas Ferencvaros di ajang Europa League sempat memantik rumor kepergiannya. Bahkan, O'Neill sempat melontarkan pernyataan bahwa mungkin ini saatnya bagi dirinya untuk menyudahi masa baktinya di klub.

Namun, jeda internasional memberikan ruang bagi sang pelatih untuk merenungkan situasi dan mendinginkan kepala di tengah tekanan tribun. Pelatih berusia 74 tahun tersebut mengakui bahwa rasa kecewa mendalam usai kekalahan beruntun membuatnya sempat terpancing berbicara emosional. Ia menegaskan bahwa kepergian di tengah situasi sulit seperti itu adalah sebuah keputusan yang keliru bagi perjalanan kariernya.

Dengan antusiasme yang masih menyala, O'Neill kini mengalihkan fokus penuh menatap lawatan penting ke markas Motherwell di ajang Liga Skotlandia akhir pekan ini. Kenangan manis meraih double winner liga dan piala domestik musim lalu menjadi bahan bakar utama bagi skuad untuk kembali ke jalur kemenangan. Sang pelatih menegaskan keyakinan penuh pada kapasitas timnya untuk bangkit dan mempertahankan trofi juara liga.

Jadwal padat menanti di depan mata dengan sembilan pertandingan krusial dalam rentang 28 hari sebelum jeda internasional berikutnya tiba. O'Neill menyadari tekanan besar dunia manajerial modern, namun kecintaannya pada sepak bola tidak pernah pudar sedikit pun. Dilansir dari BBC Sport, ia menegaskan bahwa motivasi dan energi positifnya tetap terjaga demi membawa klub meraih kejayaan di level domestik maupun Eropa.