Myles Lewis-Skelly kembali menjadi sorotan, dan musim 2025-26 bahkan belum resmi dimulai. Masa depan jangka panjang pemain berusia 19 tahun itu di Arsenal ramai diperbincangkan sejak ia tergeser ke pilihan ketiga bek kiri musim lalu, di belakang Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie. Padahal, pada musim debutnya yang impresif, ia berkembang pesat menjadi salah satu bek muda terbaik di Premier League.

Performa apik itu mengantarnya masuk skuad Inggris dan menjadi pencetak gol termuda saat debut bersama The Three Lions. Tak heran, akademi Arsenal itu diganjar kontrak baru berdurasi lima tahun pada musim panas lalu. Namun, musim 2024-25 berjalan lebih berat baginya.

Arsenal sempat membuka pintu bagi tawaran untuk Lewis-Skelly, dengan sumber klub mengindikasikan pada April lalu bahwa mereka ingin meraup minimal gabungan £100 juta (sekitar Rp2 triliun) dari penjualan Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri. Akan tetapi, kebangkitan apiknya di akhir musim, saat dimainkan di posisi naturalnya sebagai gelandang tengah, mungkin telah memicu perubahan sikap klub di bursa transfer ini.

Lewis-Skelly menjadi salah satu pemain paling menonjol selama pramusim dan tampil sebagai starter di dua laga uji coba terakhir, jelang laga Community Shield melawan Manchester City pada akhir pekan nanti. Dengan sejumlah gelandang yang baru kembali dari Piala Dunia, dan rekrutan anyar Bruno Guimaraes yang masih beradaptasi, Lewis-Skelly bisa kembali mendapat kesempatan untuk menjadi pemain reguler di tim utama.

Kabar menarik datang dari dua klub Premier League, Manchester United dan Chelsea, yang dikabarkan tertarik. Salah satu sumber BBC Sport menyebut Lewis-Skelly ditawarkan ke United pada Januari lalu, namun Arsenal membantah telah aktif menawarkan pemainnya ke siapa pun. United memang butuh bek kiri, dengan Patrick Dorgu lebih sering dimainkan di posisi sayap, sementara Luke Shaw punya catatan kebugaran yang pas-pasan.

Chelsea punya dua bek kiri yakni Jorrel Hato dan Pep Chavarria, dan tidak bermain di Eropa musim ini. Dengan begitu, mereka tak diperkirakan akan menambah bek kiri ketiga. Chelsea juga punya enam gelandang tengah, meski Enzo Fernandez berpotensi dijual dan Dario Essugo dipinjamkan. Hal itu membuat langkah Chelsea untuk merekrut Lewis-Skelly menjadi tak terlalu realistis tanpa penjualan besar-besaran.

Lewis-Skelly sendiri sudah menegaskan ingin bertahan di Arsenal dan fokus berusaha menjadi pemain reguler. Posisinya memang terancam setelah kedatangan Guimaraes, namun dengan jadwal padat, ia tetap berpeluang mendapat menit bermain yang diinginkan. Arsenal juga tengah berupaya menjual sejumlah pemain, termasuk Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Fabio Vieira, dan Reiss Nelson.

Sebagai lulusan akademi, penjualan Lewis-Skelly akan menjadi 'pure profit' bagi keuangan klub. Namun, dengan aturan baru Squad Cost Ratio (SCR), keuntungan itu kini disebar merata selama durasi kontrak pemain. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kepindahan yang dekat, tapi masa depannya di Arsenal tetap belum pasti.