Badai besar tengah menghantam ruang ganti Napoli setelah mereka harus menelan pil pahit di awal musim ini. Dilansir dari Football Italia, kekalahan 1-1 dari Villarreal dengan skor akhir 3-1 memperpanjang tren negatif di bawah komando pelatih Massimiliano Allegri, yang kini mencatatkan awal kompetisi terburuk dalam 17 tahun terakhir bagi klub asal Naples tersebut.

Kekalahan di tanah Spanyol itu membuat Partenopei mengantongi empat kekalahan dari delapan pertandingan kompetitif pertama musim ini, dibarengi tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Situasi ini langsung memicu tensi panas di ruang ganti tim, diwarnai gesekan di atas lapangan serta rasa frustrasi yang tampak jelas antar-rekan setim saat bertanding di bawah tekanan besar.

Krisis performa ini tidak hanya terjadi di komsi domestik, tetapi juga merembet ke panggung Eropa dengan catatan yang jauh lebih mengkhawatirkan. Villarreal menjadi mimpi buruk yang kian menenggelamkan klub, sementara lini depan yang dibangun dari belanja besar-besaran senilai sekitar Rp3,4 Triliun justru tumpul dan baru menyumbang sedikit gol dari total keseluruhan produktivitas tim musim ini.

Tekanan hebat kini tertuju langsung pada sang juru taktik menyusul rekor buruknya di kompetisi antarklub Eropa dalam beberapa laga terakhir. Evaluasi mendalam pun dilakukan manajemen menyusul target realistis yang harus dikejar pada sisa fase liga mendatang demi mengamankan tiket lolos ke babak berikutnya setelah tertatih-tatih di awal turnamen.

Ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata ketika skuad harus melawat ke markas Venezia pada akhir pekan ini. Di tengah tuntutan kebangkitan, gelandang kreatif Kevin De Bruyne diprediksi bakal memulai laga dari bangku cadangan usai memforsir tenaganya tampil penuh di dua pertandingan sebelumnya secara berturut-turut.