Kemenangan meyakinkan berhasil diamankan oleh Atalanta saat menjamu Pafos dalam ajang Conference League. Di bawah komando Maurizio Sarri, La Dea tampil trengginas dan menyudahi laga dengan skor 3-1. Gol cepat dari Eljif Elmas saat laga baru berjalan 50 detik langsung membakar semangat publik tuan rumah yang memadati stadion.
Dominasi berlanjut setelah Giacomo Raspadori sukses mengeksekusi penalti, disusul gol penutup babak pertama dari Gianluca Scamacca. Sayangnya, kemenangan manis ini harus dibayar mahal dengan cederanya Raspadori saat mengambil tendangan penalti. Masalah kebugaran pemain ini langsung memantik kemarahan sang juru taktik terhadap otoritas sepak bola dunia yang dianggap tidak peduli pada kondisi fisik atlet.
Dalam sesi wawancara selepas pertandingan, pelatih berpengalaman asal Italia itu dengan tegas mengecam padatnya kalender kompetisi. Menurutnya, para pemain saat ini dipaksa bermain dalam jadwal yang tidak masuk akal hingga memicu badai cedera otot. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi La Dea yang sebelumnya juga sudah kehilangan sejumlah pilar penting di ruang perawatan medis.
Di sisi lain, performa lini serang menunjukkan progres positif setelah peralihan taktik dari formasi klasik 4-3-3 ke skema 4-2-3-1. Transformasi ini terbukti ampuh membantu tim bangkit dari tren negatif di kompetisi domestik usai sebelumnya sukses menggilas Venezia dengan skor identik. Tantangan berikutnya bagi sang pelatih adalah meramu keseimbangan lini belakang agar tidak kembali kecolongan di menit-menit akhir pertandingan.
Proses adaptasi taktik yang cukup kontras dibanding era kepelatihan sebelumnya tentu membutuhkan waktu panjang bagi skuad La Dea. Manajemen klub tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk mencapai target jangka menengah dan panjang musim ini. Publik tentu menantikan sejauh mana tangan dingin sang pelatih mampu membawa klub berprestasi di kancah Eropa.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang