Akhir pekan balapan Max Verstappen di Red Bull kembali diwarnai oleh kendala teknis yang memancing emosi. Peraih podium ketiga di Grand Prix Amerika Serikat ini blak-blakan menyebut masalah komunikasi radio tim sebagai sebuah bencana besar setelah ia kesulitan berbicara dengan teknisinya sepanjang balapan di Austin.

Masalah ini bukanlah yang pertama kali dirasakan sang juara dunia. Sebelumnya, kendala serupa juga memaksa mereka untuk berimprovisasi dalam komunikasi saat ia meraih kemenangan di Singapura dua pekan lalu. Verstappen dengan nada bercanda sempat mengatakan bahwa mungkin timnya harus mulai menggunakan bahasa isyarat saja karena dinilai lebih murah, sebelum menegaskan betapa frustrasinya situasi tersebut.

Tidak hanya persoalan radio yang mengganggu kubu Red Bull di Austin, tetapi masalah klasik di lini start juga kembali menghantui. Verstappen harus rela disalip oleh Charles Leclerc pada lap pembuka setelah mengalami start yang buruk. Rekan setimnya, Isack Hadjar, juga mengalami nasib serupa dan mengeluhkan masalah kopling serta komunikasi yang membuat balapannya semakin berat.

Prinsip tim Red Bull, Laurent Mekies, tidak menutup mata terhadap situasi pelik ini dan mengakui bahwa masalah radio benar-benar membuat hidup semua orang di garasi menjadi sangat sulit. Dilansir dari Sky Sports, Mekies menegaskan bahwa masalah teknis ini harus segera diselesaikan agar tidak terus-menerus menguras energi tim di sisa musim balap.

Sementara untuk masalah performa start yang belum juga menjadi tolok ukur utama musim ini, Mekies menyebutkan bahwa perbaikan besar baru akan bisa dilakukan pada tahun depan karena membutuhkan perombakan desain serta perangkat keras. Kini, Red Bull harus segera mengalihkan fokus menatap seri berikutnya di GP Meksiko akhir pekan ini.