Bek andalan Mees Hilgers meluapkan kebahagiaannya atas pencapaian luar biasa yang baru saja diukir oleh Timnas Indonesia di ajang bergengsi regional. Penggawa lini belakang yang kini berkarier di Eropa tersebut harus rela melewatkan momen bersejarah di lapangan hijau karena masih berjibaku dalam proses pemulihan cedera yang membekapnya.
Meski tidak bisa berdiri langsung di atas lapangan bersama rekan-rekannya, pemain keturunan ini tetap memantau perjuangan skuad Garuda dari jauh. Dalam wawancaranya dengan media Belanda Voetbalprimeur, ia secara terbuka mengakui ada rasa kecewa karena tidak dapat berkontribusi langsung mengangkat trofi yang sudah dinantikan publik sepak bola tanah air selama puluhan tahun.
Perjalanan skuad Garuda menuju tangga juara memang sama sekali tidak berjalan mudah dan penuh dengan drama ketegangan di atas lapangan. Menghadapi tim kuat Thailand di partai puncak, pertandingan harus dilanjutkan hingga babak tambahan waktu setelah skor imbang bertahan, sebelum akhirnya ditentukan lewat drama adu penalti yang berkesudahan dengan skor 4-2.
Keberhasilan menaklukkan Thailand di laga final ini sekaligus mengakhiri puasa gelar juara yang telah dirasakan pendukung setia Merah Putih selama lebih dari tiga dekade terakhir. Trofi juara ini menjadi sangat emosional karena terakhir kali Indonesia merasakan manisnya menjadi juara di level Asia Tenggara terjadi pada ajang SEA Games tahun 1991 silam.
Lebih lanjut, bek berdarah Manado ini memberikan pujian setinggi langit terhadap mentalitas bertanding rekan-rekan setimnya yang tampil tanpa kenal lelah di sepanjang turnamen. Menurutnya, keberhasilan merebut mahkota juara ini merupakan buah dari kekompakan serta soliditas luar biasa yang ditunjukkan seluruh elemen tim di bawah tekanan masif.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang