Dominasi Spanyol dan klub-klub elite Eropa kembali mewarnai persaingan perebutan gelar individu paling bergengsi di dunia sepak bola wanita. Setelah era kejayaan Alexia Putellas dan Aitana Bonmati dalam beberapa musim terakhir, bursa kandidat peraih Ballon d'Or Féminin 2026 mengerucut pada sejumlah nama bintang dunia yang tampil luar biasa sepanjang tahun ini. Berdasarkan analisis statistik, performa gemilang di level klub, hingga kesuksesan bersama tim nasional, persaingan tahun ini menjanjikan drama yang memikat para pecinta Barcelona dan penikmat sepak bola internasional secara keseluruhan.

Proses penyaringan ketat yang dilansir dari ESPN FC memperlihatkan bagaimana trofi tim, ketajaman lini serang, hingga konsistensi di panggung global menjadi penentu utama. Dari daftar 30 nomine awal, nama-nama besar seperti Khadija Shaw yang tampil perkasa bersama Manchester City harus tersingkir karena batasan kriteria ketat terkait pencapaian internasional bersama negara masing-masing. Begitu pula dengan bomber tajam Ewa Pajor yang meski tampil impresif, harus terhalang oleh minimnya prestasi kolektif timnas Polandia di ajang mayor.

Kini, persaingan utama menyisakan empat nama kelas dunia yang memiliki argumen kuat untuk mengangkat trofi emas tersebut. Claudia Pina menjelma menjadi mesin gol mematikan di Liga F bersama Blaugrana, sementara Mariona Caldentey menunjukkan kapasitas luar biasa sebagai gelandang pengatur tempo di Arsenal. Di sisi lain, talenta eksplosif Melchie Dumornay terus mengangkat derajat sepak bola Haiti lewat aksi-aksi magisnya di lini tengah maupun depan bersama Lyon.

Kendati demikian, sorotan terbesar tetap tertuju kepada sang maestro lini tengah, Alexia Putellas. Di usianya yang menginjak 32 tahun serta keputusannya mencari tantangan baru bersama London City Lionesses pada musim panas lalu, ia tetap mencatatkan statistik luar biasa dengan 41 kontribusi gol bagi klub dan negara. Perannya yang masif dalam mengantar mantan klubnya menjuarai Liga Champions Wanita musim lalu membuat sang gelandang veteran dijagokan banyak pihak untuk kembali merajai panggung sepak bola wanita dunia.