Manajer Mikel Arteta sempat sesumbar pada awal musim bahwa timnya ingin 'menyerang gelar' alih-alih sekadar bertahan. Namun, hingga pekan-pekan berjalan, para pendukung setia Arsenal masih menantikan bentuk permainan eksplosif yang pernah dijanjikan sang juru taktik di atas lapangan.

Hasil di atas kertas tentu berbicara lain dan sulit untuk diabaikan begitu saja. Kemenangan tipis 1-0 atas Nottingham Forest lewat gol deflected Noni Madueke di menit ke-80 memperlihatkan kedalaman skuad Meriam London yang luar biasa. Itu menjadi kemenangan ke-10 dari 11 pertandingan lintas ajang musim ini, sekaligus menempatkan mereka di jalur nyaman papan atas.

Kendati demikian, dominasi penguasaan bola hingga 75 persen saat menghadapi Forest terasa hambar akibat minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Masalah pelik di lini depan yang gagal diselesaikan pada bursa transfer musim panas lalu masih menyisakan pekerjaan rumah. Kehilangan opsi matang di sektor sayap kiri memaksa Arteta memutar otak dengan materi pemain yang ada saat ini.

Penampilan Eberechi Eze yang digantikan pada paruh waktu menjadi cerminan betapa lini serang Meriam London belum sepenuhnya padu. Dilansir dari ESPN FC, lini tengah yang digalang Bruno Guimaraes mampu mengontrol jalannya laga, tetapi kesulitan membongkar tembok tebal pertahanan lawan yang menerapkan blok rendah rapat.

Untungnya, magis dari para pemain pengganti kembali menyelamatkan muka Meriam London di saat-saat krusial. Kontribusi krusial dari bangku cadangan membuktikan bahwa kedalaman skuad racikan Arteta memiliki mentalitas tangguh untuk terus mendulang angka demi mempertahankan takhta juara.