Kabar mengejutkan datang dari ranah manajerial Serie A ketika laporan terbaru menyebutkan bahwa AC Milan semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Markus Krösche untuk mengisi posisi penting sebagai Kepala Sepak Bola klub. Sosok berusia 45 tahun ini belakangan menjadi pusat perhatian di Italia berkat reputasinya yang gemilang di kancah sepak bola Jerman. Dilansir dari Football Italia, perjalanan karier Krösche membentang dari seorang gelandang pekerja keras hingga menjadi salah satu arsitek transfer paling disegani di Eropa saat ini.
Sebelum namanya melambung di balik meja manajemen klub top, Krösche menghabiskan sebagian besar karier bermainnya bersama SC Paderborn dengan catatan 356 penampilan liga yang menjadikannya pemegang rekor penampilan sepanjang masa klub tersebut. Usai gantung sepatu pada tahun 2014, ia sempat menjajal dunia kepelatihan sebagai juru taktik tim cadangan dan asisten pelatih di bawah arahan Roger Schmidt di Bayer Leverkusen. Pengalaman di lapangan hijau inilah yang membentuk ketajaman matanya dalam membaca potensi taktik seorang pemain sebelum beralih total ke jalur eksekutif.
Reputasi manajerial Krösche mulai meroket ketika ia kembali ke Paderborn sebagai direktur pelaksana dan sukses membawa klub tersebut mencatat sejarah promosi beruntun dari divisi ketiga hingga ke kasta tertinggi Bundesliga. Keseriusan kinerjanya kemudian memikat RB Leipzig untuk merekrutnya sebagai direktur olahraga antara tahun 2019 hingga 2021, sebelum akhirnya ia berlabuh di Eintracht Frankfurt dan memegang kendali penuh atas departemen olahraga klub tersebut dengan kontrak jangka panjang.
Selama memimpin kebijakan transfer di Leipzig dan Frankfurt, Krösche dikenal sebagai direktur bertangan dingin yang mampu mendatangkan pemain bintang dengan harga miring dan menjualnya kembali dengan keuntungan fantastis. Beberapa mahakarya transfernya mencakup perekrutan Josko Gvardiol seharga sekitar Rp612 Juta yang kemudian dilepas ke Manchester City senilai kurang lebih Rp1,5 Triliun. Tidak hanya itu, ia juga sukses memboyong Randal Kolo Muani secara gratis dan menjualnya ke Paris Saint-Germain dengan angka fantastis sekitar Rp1,6 Triliun.
Sentuhan emas Krösche juga terlihat jelas pada perekrutan penyerang tajam Hugo Ekitike seharga sekitar Rp535 Juta yang kemudian memberikan profit masif bagi klub. Keahlian dalam memutar roda finansial klub melalui bursa transfer inilah yang kini sangat dibutuhkan oleh manajemen Rossoneri untuk memperkuat daya saing tim di kompetisi domestik maupun Eropa musim depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang