Musim kompetisi Moto3 terus menyajikan drama menarik, termasuk sorotan tajam pada pembalap muda Hakim Danish yang kini konsisten bersaing di jajaran atas. Di tengah performa apiknya yang mampu menembus peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan 107 poin, sang mentor menyimpan catatan penting.

Dilansir dari CNN Indonesia, bos ZK Racing yaitu Zulfahmi Khairuddin membeberkan sisi teknis yang masih menjadi batu sandungan bagi anak asuhnya tersebut sepanjang musim ini. Kolaborasi apik antara ZK Racing dan tim AEON MT Helmets MSi terbukti sukses mengantar Hakim meraih titel juara di Ceko.

Kendati demikian, Zulfahmi melihat ada pola balap yang harus segera dibenahi oleh pembalap andalannya itu jelang sisa kalender balap musim ini. Situasi mental dan taktik ketika berada di lintasan menjadi pekerjaan rumah utama bagi sang manajer sekaligus pembimbing teknis di garasi tim.

Menurut sang mentor, pembalap berusia muda tersebut jauh lebih berbahaya ketika berada dalam posisi menyerang ketimbang memimpin lomba. Karakteristik ini membuat strategi bertahan menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan oleh para rival ketat di barisan depan.

"Terkadang, situasi mengejar lebih baik untuk Hakim Danish. Dia lebih bagus ketika mengejar dibanding ketika berada di depan dan mempertahankan posisi," ujar Zulfahmi seperti dilaporkan media setempat, menegaskan aspek krusial yang wajib diperbaiki ke depannya.

Dengan menyisakan lima seri krusial di Australia, Qatar, Portugal, Valencia, serta seri kandang di Malaysia pada 1 November mendatang, kans mendulang tambahan poin masih terbuka lebar. Publik tentu menanti bagaimana sang pembalap membayar tuntas evaluasi sang mentor di sisa balapan.