Situasi keamanan yang belum meriahkan tanah, membuat Haiti harus kembali mengungsi dari rumah mereka sendiri dalam ajang Concacaf Nations League. Federasi Sepak Bola Haiti (FHF) secara resmi mengajukan permohonan kepada pihak konfederasi agar laga kandang perempat final melawan United States bisa dipindahkan dari Kingston, Jamaika. Pihak Concacaf akhirnya mengabulkan permintaan tersebut demi keamanan bersama, dan menunjuk Miami sebagai arena pertarungan krusial ini.
Berdasarkan jadwal terbaru yang dirilis, bentrokan leg pertama babak delapan besar ini akan dilangsungkan di Miami pada 14 November mendatang. Dilansir dari ESPN FC, setelah melakoni duel pembuka di Florida tersebut, skuad asuhan pelatih Mauricio Pochettino langsung bersiap menyambut leg kedua di Cincinnati, Ohio, berselang tiga hari kemudian. Keputusan perpindahan venue ini tentu mengubah peta persiapan taktik kedua kesebelasan yang sebelumnya sudah bersiap terbang ke Karibia.
Faktor keamanan di negara asal Haiti memang masih menjadi momok mengerikan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Krisis kekerasan geng jalanan telah memaksa hampir 1,5 juta warga mengungsi dari tempat tinggal mereka. Catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa lebih dari 5.700 orang tewas atau terluka sepanjang Januari hingga pertengahan September, ditambah ratusan kasus penculikan yang terus menghantui stabilitas domestik di sana.
Kondisi pelik ini membuat tim nasional mereka tidak pernah sekalipun bermain di kandang sendiri sejak Juli 2021 menyusul pembunuhan Presiden Jovenel Moïse. Situasi kian memburuk pada Maret 2024 ketika stadion nasional kebanggaan mereka, Stade Sylvio Cator, justru diambil alih oleh kelompok-kelompok geng bersenjata. Sebelumnya, laga-laga fase grup Nations League kontra Trinidad-Tobago serta Kosta Rika terpaksa dimainkan di Sabina Park, Kingston.
Menanggapi situasi darurat ini, Concacaf mengeluarkan kebijakan luar biasa yang mengizinkan federasi terkait menggelar laga kandang di wilayah negara lawan. Biasanya, regulasi konfederasi mewajibkan pemilihan venue netral yang masih berada di kawasan regional Karibia. Namun fleksibilitas ini diberikan selama situasi keamanan belum pulih, tentu dengan catatan persetujuan kedua belah pihak asosiasi dan kelayakan stadion.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang