Tekanan besar kini tengah memburu posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan Manchester United. Dalam konferensi pers pra-pertandingan yang berlangsung penuh emosional dan memakan waktu lebih dari lima menit di Carrington, sang manajer secara terbuka menyampaikan pembelaan sekaligus peringatan keras menyusul rentetan hasil buruk yang menghantam Setan Merah belakangan ini.

Situasi di ruang ganti kian memanas setelah Manchester United menelan kekalahan memalukan 1-4 dari Como di ajang Liga Champions tengah pekan kemarin. Kekalahan telak tersebut memperpanjang catatan negatif klub menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan, yang langsung memicu kritik terbuka dari bek Lisandro Martinez serta sang kapten Bruno Fernandes terhadap performa tim di Italia.

Mengambil pendekatan tidak biasa ala Sir Alex Ferguson, Carrick memilih memulai sesi media dengan pidato panjang tanpa langsung duduk menjawab pertanyaan. Ia menegaskan bahwa identitas, kerja keras, dan kerendahan hati klub telah hilang belakangan ini. Menurutnya, rasa 'berhak' atau entitlement sama sekali tidak boleh ada di dalam skuad Setan Merah yang sedang berjuang memulihkan marwah mereka.

Ketika disinggung mengenai kritik terbuka dari sang kapten serta peluang untuk mencadangkannya pada laga akhir pekan ini, Carrick memberikan respons tegas. Ia menyatakan bahwa kepentingan klub dan dinamika skuad berada di atas segalanya, sehingga dirinya tidak akan ragu mengambil keputusan sulit demi kebaikan tim secara keseluruhan.

Dilansir dari BBC Sport, ujian berat berikutnya sudah menanti Manchester United saat mereka harus menjamu Bournemouth di Old Trafford dalam lanjutan Premier League. Keputusan berani apakah yang akan diambil Carrick terhadap komposisi starting XI skuadnya demi menghentikan tren negatif ini?