Ketegangan melanda kubu Manchester United menjelang duel menjamu Bournemouth di Old Trafford akhir pekan ini. Pelatih kepala Michael Carrick secara mengejutkan menolak menutup kemungkinan untuk mencadangkan sang kapten, Bruno Fernandes. Isu panas ini mencuat menyusul kekalahan telak 4-1 dari Como, di mana gelandang asal Portugal tersebut secara terbuka mengkritik keputusan taktik staf pelatih yang tidak menerapkan skema pressing satu lawan satu.
Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan pada hari Jumat, Carrick mendapat bombardir pertanyaan dari awak media terkait komentar kontroversial sang kapten pasca-laga. Alih-alih meredakan situasi atau memberikan garansi tempat utama, juru taktik Setan Merah itu justru menghindari jawaban pasti dan menegaskan bahwa kepentingan klub berada di atas segalanya. Dinamika internal tim kini berada dalam sorotan tajam setelah sebelumnya Lisandro Martinez juga sempat melontarkan kritik kepada jajaran direksi klub.
Ketika didesak lebih jauh oleh wartawan mengenai potensi pencopotan ban kapten dari lengan Fernandes, Carrick tetap bergeming pada pendiriannya. Ia menyatakan bahwa dirinya akan selalu mengambil keputusan apapun yang dinilai paling krusial demi kebaikan klub secara keseluruhan. Pelatih berpengalaman itu juga memilih bungkam ketika ditanya apakah sudah melakukan komunikasi secara pribadi dengan sang playmaker pasca insiden di Como.
Situasi pelik ini praktis memicu spekulasi liar mengenai retaknya keharmonisan di ruang ganti Setan Merah dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, Carrick dengan tegas membantah adanya perpecahan di dalam skuad asuhannya. Mantan gelandang andalan Timnas Inggris tersebut bersikeras bahwa para pemain dan jajaran staf kepelatihan masih berada di jalur yang sama untuk segera bangkit dari keterpurukan.
Dilansir dari ESPN FC, kekalahan memalukan dari Como memang meninggalkan luka mendalam sekaligus membuka celah gesekan antara pemain dan manajemen. Carrick kini dituntut membuktikan kapasitasnya dalam meredam ego di ruang ganti, sekaligus mengembalikan performa terbaik tim di atas lapangan hijau sebelum tekanan suporter semakin tidak terkendali.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang