Malam kelam kembali menyelimuti Old Trafford ketika Manchester United harus menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri. Skuad asuhan Michael Carrick tak berdaya dan dibekuk tamunya, Bournemouth, dengan skor telak tiga gol tanpa balas tanpa mampu memberikan perlawanan berarti sepanjang 90 menit pertandingan.

Gawang tuan rumah yang dikawal ketat langsung bobol oleh gempuran lini serang Bournemouth yang tampil penuh percaya diri. Gol-gol kemenangan tim tamu masing-masing dicatatkan oleh Rayan, Marcus Tavernier, serta penutupan manis dari Evanilson yang membuat lini pertahanan Setan Merah kocar-kacir di kandang sendiri.

Badai kekalahan ini kian membenamkan posisi Manchester United ke papan bawah, tepatnya di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Inggris. Mengoleksi tujuh poin dari delapan pertandingan awal, posisi mereka kini berada di ujung tanduk karena hanya berjarak tipis satu angka saja dari zona merah degradasi.

Seusai peluit panjang berbunyi, atmosfer stadion kian memanas ketika para pemain mendapati sorakan kekecewaan dari tribun suporter. Di tengah tekanan berat tersebut, pelatih Michael Carrick memilih berjalan menghampiri tribun untuk melambaikan tangan serta menyampaikan gestur permintaan maaf secara langsung.

Di luar dugaan, sebagian suporter justru menyanyikan yel-yel khusus untuk sang juru taktik, membuat mantan gelandang timnas Inggris itu nyaris meneteskan air mata. "Ada perasaan campur aduk melihat respons dari para suporter. Memiliki ikatan seperti itu dengan fans membuat perasaan saya benar-benar campur aduk," ungkapnya kepada The Daily Star.

Ketika disinggung mengenai masa depan serta ancaman pemecatan yang kian nyata, sang pelatih memilih bersikap pasrah. Ia mengaku belum mengetahui langkah apa yang akan diambil manajemen klub, namun menegaskan akan terus fokus menjalankan tugasnya sembari mencoba mencerna hasil minor ini.